[javascript protected email address]
Sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Berbagai Faktor Penyebab kerusakan Lambung

Waktu baca ± 3 menit

Anatomi-Lambung

Penyakit gangguan pada lambung (Ulkus peptikum/ulkus gastritis) dapat terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara faktor ofensif dan faktor defensif. Faktor ofensif artinya faktor yang bisa menyebabkan kerusakan pada sel epitel dinding lambung seperti terjadinya sekresi Asam Lambung secara berlebihan, sedangkan faktor defensif adalah faktor yang dapat menahan dinding  lambung dari kerusakan yang di sebabkan oleh faktor ofensif contohnya adalah sekresi mukosa lambung.

Peran Penting Mukosa Lambung

Mukosa lambung berperan utama dalam melindungi lapisan epitel dinding lambung dari sifat korosif asam lambung. Sifat korosif asam lambung sendiri sebenarnya sangat diperlukan untuk memecah makanan yang masuk ke dalam lambung. Supaya mengubah molekul makanan yang masih berupa polimer menjadi molekul yang lebih sederhana (Monomer) sehingga bisa menjadi nutrisi yang diperlukan oleh sel tubuh. Misalnya  mengubah molekul karbohidrat menjadi glukosa yang nantinya akan di serap oleh jaringan sel di seluruh tubuh. Tanpa adanya asam lambung maka makanan yang kita makan, menjadi tidak dapat di cerna secara sempurna oleh tubuh karena masih berbentuk molekul yang kompleks.

Sebenarnya ada dua faktor yang dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan epitel dinding lambung yaitu faktor endogen dan faktor eksogen. Faktor endogen artinya faktor yang berasal dari dalam tubuh itu sendiri misalnya Sekresi asam lambung berlebihan (HCl) penyebabnya diantaranya mungin karena pikiran yang mengalami stress, terjadinya sekresi pepsinogen dalam jumlah besar yang melebihi kebutuhan, dan jumlah asam empedu yang juga melebihi kebutuhan. Sedangkan faktor eksogen adalah faktor yang berasal dari luar tubuh misalnya melalui konsumsi obat-obatan tertentu,minum alkohol, dan pengaruh dari bakteri yang merugikan seperti helicobacteri pylori.

Penggunaan Obat Anti Inflamasi Non Steroid

Penggunaan obat anti inflamasi non steroid (OAINS) juga diketahui dapat menyebabkan kerusakan pada mukosa lambung, baik secara lokal maupun sistemik. Padahal jenis obat tersebut terutama obat analgesik dan antiinflamasi merupakan obat yang paling banyak diresepkan oleh para dokter di seluruh dunia. Namun ternyata obat tersebut memiliki efek samping yang cukup serius pada kerusakan organ lambung. Padahal jika lambungnya mengalami kerusakan dalam jangka anjang maka bisa menyebabkan terjadinya penyakit berbahaya lainnya yang jauh lebih serius.

Menurut hasil penelitian, pemakai obat analgesik dan antiinflamasi dalam jangka lama bisa menyebabkan kerusakan pada organ lambung, berdasarkan suatu riset penelitian diperoleh informasi bahwa sebanyak 15– 40% pasien mengalami keluhan saluran cerna bagian atas, sebanyak 10–25% pasien mengalami tukak lambung, dan sebanyak 1–4% pasien mengalami komplikasi pendarahan di lambung dan perforasi.

Kemampuan Lambung Untuk Memeperbaiki Dirinya Sendiri

Sebenarnya lambung dan duodenum memiliki suatu  mekanisne pertahanan diri dan perbaikan untuk dirinya sendiri dari kerusakan. Sistem perbaikan diri organ lambung dengan adanya regenerasi sel. Sel-sel Lambung akan melakukan regenerasi, asalkan bahan-bahan nutrisi yang diperlukan untuk proses tersebut tersedia  cukup di dalam tubuh. Beberapa bahan tersebut di antaranya bisa berupa asam amino (protein) seperti glisin, prolin dan alanin serta beberapa zat nutrisi lainnya seperti quercetin dan lain-lain.

Sistem pertahanan diri lambung dapat berupa sistem mukosa gastroduodenal yang terdiri dari tiga lapisan yaitu pre epitel, epitel, dan post epitel.

Sistem Lapisan pre epitel berisi mukus-bikarbonat, lapisan ini berfungsi sebagai rintangan fisikokimia terhadap molekul seperti ion hidrogen. Mukus yang disekresi sel epitel permukaan mengandung 95% air dan campuran lipid dengan glikoprotein.

Sistem pertahanan yang kedua adalah sel epitel permukaan yang memiliki kemampuan menghasilkan cairan mukus untuk transportasi ionik sel epitel serta dapat memproduksi bikarbonat.

Bila pertahanan pre epitel dapat ditembus oleh faktor agresif maka sel epitel yang berbatasan dengan daerah yang rusak mengalami restitusi. Beberapa faktor pertumbuhan yang berperan dalam membantu proses restitusi adalah EGF (Epidermal Growth Factor), FGF (Fibroblast Growth Factor) , dan TGF α (Tranformation Growth Factor). Kerusakan berat yang tidak dapat diperbaiki melalui proses restitusi dilaksanakan melalui proliferase sel.

Sistem mikrovaskular yang tersusun rapi dalam lapisan sub mukosa lambung juga merupakan komponen yang sangat penting dari mekanisme pertahanan di sub epitel.

Selain itu, prostaglandin yang banyak ditemukan pada mukosa lambung juga memegang peran penting sebagai mekanisme pertahanan dan perbaikan pada sel epitel lambung itu sendiri. Prostaglandin di mukosa lambung akan menghasilkan mukus-bikarbonat, menghambat sekresi sel parietal, mempertahankan sirkulasi mukosa, serta berperan penting dalam proses restitusi sel epitel yang mengalami kerusakan.

Mengapa Sakit Gangguan Lambung Tidak Bisa Sembuh dengan Cepat?

Berbicara tentang kondisi lambung yang mengalami gangguan sakit sangatlah menarik, saat ini banyak sekali orang yang mengalami sakit gangguan lambung. Penanganannyapun berbeda dengan penanganan penyakit-penyakit lain. 

Mengobati gangguan lambung penanganannya unik. Pengobatan dan penanganan gangguan lambung ibarat menangani perbaikan jalanan aspal yang rusak, namun kondisi jalannya tetap operasional, banyak kendaraan yang tetap melintas di jalan tersebut atau  kondisinya tetap ramai.

Misalkan pembangunan jalan berupa pengaspalan namun saat proses pengaspalan sedang dilakukan selalu bercampur dengan kendaraan lainnya yang berlalu-lalang, maka mustahil perbaikan jalannya akan cepat selesai bahkan bisa-bisa tidak pernah selesai, jalannya tetap saja rusak dan mudah rusak lagi. Begitulah kira-kira gambaran penanganan lambung yang tanpa diimbangi pola hidup sehat lainnya. 

Penuntasan penyembuhan gangguan lambung tidak bisa ditempuh dalam waktu yang singkat, bisa jadi perlu penanganan yang harus dilakukan terus-menerus setiap hari tanpa henti. Oleh karena itu seorang pengidap gangguan lambung, dimana lambungnya pernah mengalami luka (ulkus) harus menyadari hal ini. Juga harus sadar bahwa lambungnya sudah cacat dan perlu kedisiplinan yang tinggi untuk mempercepat dan proses kesembuhannya.

Konsep Karnus dengan AG sereal dan ALGATEA sangat membantu mereka yang sudah mengalami gangguan lambung. AG sereal bertugas merekonstruksi dinding lambung yang luka sedangkan ALGATEA bertugas melancarkan peredaran darah agar kesembuhan lambungnya  semakin cepat berhasil.

Jaga lambungmu sebelum mengalami gangguan sakit dan obati gangguan lambungnya dengan penerapan Konsep Karnus, dengan pemberian AG sereal, ALGATEA, penyesuaian takaran pemberian AG sereal yang tepat, pantang makanan pedas, kecut dan keras serta terus mengkondisikan pikiran terbebas dari stress negatif yang mengganggu.  

Produk Terkait

Testimoni

Maag
Tutik Wahyuni (59), Sidoarjo
 
Maag, GERD
Yoni
 

Dipublikasikan tanggal 01 Sep 2021 08:00, dilihat: 179 kali
 https://alga-rosan.com/p410