[javascript protected email address]
Sembuh dan sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

8 Tanda Pencernaan Anda Sehat dan Berfungsi Baik

Waktu baca ± 7 menit

usus-sehat

Memahami proses pencernaan dalam tubuh

Anggapan sebagian besar orang adalah pencernaan itu terjadi di perut, padahal proses pencernaan sudah dimulai sejak makanan masuk ke dalam mulut. Di dalam mulut, makanan yang masuk dipotong-potong oleh gigi, dan dilumatkan dengan bantuan air liur. Di dalam air liur terdapat enzim yang berfungsi menghaluskan tekstur makanan, agar kerja organ pencernaan di dalam perut menjadi lebih mudah.

Dari mulut, makanan ditelan dan masuk lewat kerongkongan ke dalam lambung. Di dalam lambung, makanan dipecah lagi menjadi lebih halus dengan bantuan asam lambung dan enzim lainnya sampai cukup kecil untuk kemudian dikirim ke dalam usus kecil. Di dalam usus kecil, makanan dicerna lagi dengan bantuan enzim-enzim pencernaan yang diproduksi oleh pankreas dan hati. Dengan bantuan enzim-enzim tersebut, makanan dapat diambil nutrisinya yang selanjutnya akan diedarkan ke seluruh tubuh oleh darah.

Setelah nutrisinya diserap, sisa-sisa makanan kemudian dikirim ke hati. Di dalam hati, cairan empedu akan menyaring zat-zat sisa yang tidak diperlukan, untuk dialirkan kembali ke usus besar. Di usus besar, zat limbah tadi diolah bersama sisa makanan menjadi feses. Feses akan disimpan dalam usus besar sampai otot pencernaan Anda berkontraksi dan akhirnya dikeluarkan melalui anus. 

Tanda-tanda sistem pencernaan Anda sehat dan normal

Kita umumnya langsung bisa tahu pencernaan sedang bermasalah jika tiba-tiba sakit perut, mengalami diare, atau sembelit (susah buang air besar). Nah, kadang berbagai masalah ini juga bisa muncul tanpa gejala yang jelas terasa sehingga kita merasa baik-baik saja. Lantas, bagaimana caranya mengetahui kerja sistem pencernaan kita benar-benar sehat? Kesehatan kerja organ cerna biasanya ditujukkan dalam delapan tanda umum seperti di bawah ini:

1. Buang air besar teratur 

Frekuensi buang air besar yang normal untuk setiap orang bisa berbeda-beda, tetapi umumnya, yang bisa dikatakan sehat adalah sekitar 3-4 kali dalam seminggu. Ada pula beberapa orang yang terbiasa BAB setiap hari. Ini tergolong normal karena setiap orang punya metabolisme yang berbeda di tubuhnya.

Pola buang air besar yang teratur dan tidak terasa sakit menandakan kerja pencernaan Anda bekerja dengan baik. Pola yang teratur di sini maksudnya tidak tiba-tiba berubah, dalam artian tidak semakin jarang atau malah semakin sering dari biasanya. Jika Anda tiba-tiba merasa kesusahan BAB atau frekuensinya kurang dari 3 kali dalam seminggu, ini cenderung dikatakan sebagai sembelit. Sementara jika pola BAB Anda tiba-tiba makin sering bisa dianggap sebagai diare. 

2. Feses berwarna coklat dan tidak keras

Selain BAB yang rutin, sistem pencernaan yang sehat juga ditandai oleh bentuk dan warna feses. Feses terbuat dari 75% air dan 25% kombinasi materi padat yang terdiri dari sisa makanan, bakteri mati, racun dan limbah sisa hasil metabolisme tubuh, dan lain sebagainya. Proses pembuatan feses dalam usus biasanya berlangsung selama 3 hari. Seberapa cepat atau lamanya proses ini berlangsung dapat menentukan bentuk, ukuran, warna dan tekstur feses Anda.

Feses hasil dari sistem pencernaan yang sehat umumnya bertekstur lembut dan lunak, dengan bentuk lonjong panjang mirip sosis, dan berwarna coklat. Feses yang sehat seharusnya tidak mengandung potongan makanan yang tidak tercerna dan baunya tidak menyengat. Feses yang sehat juga mudah dikeluarkan dan umumnya akan tetap utuh saat disiram. 

3. Kentut dan sendawa beberapa kali dalam sehari

Kentut sering dianggap sebagai hal yang memalukan, sementara sendawa dianggap tidak sopan. Padahal, dua reaksi tubuh ini termasuk normal dan bahkan menandakan pencernaan. Keduanya adalah cara tubuh mengeluarkan gas yang timbul akibat reaksi yang dilakukan selama proses pencernaan makanan. Gas ini dihasilkan ketika bakteri yang hidup di usus besar bekerja memecah sisa makanan yang datang dari usus kecil. Beberapa makanan tertentu seperti gandum, brokoli, kecambah (toge), kembang kol, dan kacang polong, dapat menyebabkan bakteri di pencernaan sulit mencerna dan akhirnya memproduksi gas di dalam perut. Gas kemungkinan juga bisa menumpuk dalam perut karena Anda ikut menelan udara saat makan atau minum.

Dikutip dari Everyday Health, dr. Svetang Desai, ahli gastroenterologi dari Duke University Medical Center di Durham, manusia bisa buang gas (dari kentut atau sendawa) sampai 14 kali dalam sehari. Hal ini termasuk normal. 

4. Berat badan Anda stabil

Salah satu ciri pencernaan sehat adalah angka berat badan yang stabil. Maksudnya, berat badan Anda tidak tiba-tiba melonjak naik atau turun drastis dalam waktu singkat, tanpa dimulai dengan diet atau olahraga. Perubahan berat badan secara mendadak dapat menandakan kerja usus tidak maksimal dalam menyerap nutrisi, entah karena mengalami kerusakan (akibat penyakit atau cedera) atau populasi bakteri di dalamnya terganggu dan tidak seimbang.

Penurunan berat badan secara tiba-tiba dapat disebabkan oleh pertumbuhan bakteri di usus kecil secara berlebihan. Kondisi ini disebut SIBO, tapi bukan menandakan penyakit infeksi. Bakteri yang tumbuh berlebih justru akan memakan nutrisi dari makanan Anda untuk dirinya sendiri, sehingga Anda jadi kekurangan. Sementara berat badan yang bertambah drastis mungkin dipicu oleh keinginan untuk makan berlebihan karena usus tidak berfungsi maksimal saat menyerap nutrisi.

Ketidakseimbangan bakteri usus juga dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mengatur gula darah dan menyimpan lemak, sehingga memengaruhi kestabilan berat badan.

5. Suasana hati stabil

Pencernaan yang sehat dan berfungsi optimal bisa diwakili oleh seberapa baik suasana hati Anda saat ini. Para peneliti menyadari bahwa perubahan emosi drastis dapat menandakan seseorang sedang terkena irritable bowel syndrome, diare, kembung, atau sakit perut tanpa sebab. Mereka pun juga setuju bahwa gangguan pencernaan dapat mengubah emosi atau suasana hati.

Pasalnya, kerja otak dan organ cerna saling terhubung satu sama lain. Di otak ada kumpulan serabut saraf yang peran utamanya mengendalikan pencernaan. Sistem saraf di otak juga mengendalikan aliran darah yang membantu menyerap nutrisi makanan hingga nantinya menjadi feses. 

Nah, peneliti menemukan bahwa iritasi pada sistem pencernaan dapat mengirim sinyal ke sistem saraf pusat di otak bahwa ada sesuatu yang salah dalam tubuh. Hal ini kemudian jadi memicu perubahan suasana hati. Temuan ini juga sekaligus menjelaskan mengapa orang yang punya IBS atau penyakit usus kronis lebih rentan mengalami depresi dan kecemasan. 

Apabila Anda sering mengalami mood swing atau bahkan gejala depresi, coba periksakan ke dokter spesialis penyakit dalam untuk memastikan pencernaan Anda baik-baik saja. 

6. Kulit Anda sehat

Kulit yang sehat dan lembut pada dasarnya dipengaruhi oleh sistem pencernaan yang sehat. Jika organ cerna Anda bermasalah, sebetulnya tidak mengherankan jika kulit jadi mudah iritasi. Jaringan kulit dan usus sama-sama bersifat sensitif dan mudah menyerap sesuatu. Maka, keduanya sama-sama bisa langsung bereaksi negatif ketika terjadi peradangan dalam tubuh.  Peradangan di usus sering disebabkan karena pola makan yang buruk atau alergi makanan. Hal ini dapat menyebabkan protein tertentu “bocor” ke dalam jaringan kulit, yang seharusnya tidak terjadi. Akibatnya jaringan kulit menganggap protein tersebut sebagai zat asing yang harus dilawan dan memunculkan reaksi iritasi seperti kondisi eksim.

7. Rambut kuat dan lebat, tidak rontok

Sistem pencernaan yang sehat juga ditandai dengan menghasilkan rambut yang sehat. Menurut jurnal Inflammatory Bowel Disease tahun 2013, orang yang mengalami radang usus rambutnya rentan mengalami kerontokan. Meski belum diketahui apa penyebab pastinya, ada dugaan bahwa radang usus dapat menghambat proses penyerapan nutrisi dari makanan. Pertumbuhan rambut itu sendiri memerlukan asupan nutrisi yang disalurkan lewat aliran darah. Jika Anda kekurangan nutrisi, rambut akan mudah rontok.

8. Kuku tidak mudah patah

Menurut dr. Sara Noris dari Healthline, dokter naturopati dari Los Angeles, kesehatan kuku juga mencerminkan seberapa baik kerja pencernaan Anda. Sistem cerna yang bermasalah dapat menyebabkan penyerapan nutrisi tubuh jadi terhambat sehingga kuku bertumbuh mudah rapuh, lemah, dan gampang mengelupas.

Tips menjaga kesehatan sistem pencernaan 

Jika setelah membaca ciri-ciri di atas Anda curiga kerja pencernaan kurang baik, tenang dulu. Berbagai cara di bawah ini dapat membantu Anda mengoptimalkannya agar senantiasa terhindar dari masalah perut.

1. Banyak makan serat

Makanan yang mengandung serat sudah terbukti dapat meningkatkan kesehatan pencernaan Anda. Asupan serat dapat membantu melancarkan gerak makanan di dalam usus dan memadatkan berat feses tapi tidak mengeraskannya. Hal ini dapat menghindari Anda dari risiko sembelit dan berbagai gangguan lainnya, seperti radang usus, wasir, dan sindrom iritasi usus besar (IBS). Selain itu, rutin makan serat dapat membantu Anda mencapai atau mempertahankan berat badan ideal.

Anda bisa mengonsumsi serat sehat dari kacang-kacangan, sayuran hijau, biji-bijian, dan buah. 

2. Kurangi makan lemak

Untuk menjaga sistem pencernaan tetap sehat, Anda harus membatasi makanan berlemak seperti daging. Makanan berlemak memperlambat proses cerna sehingga membuat Anda rentan mengalami sembelit. Namun, ini bukan berarti Anda harus menghindari lemak sama sekali. Dapatkanlah asupan lemak dari sumber yang sehat, misalnya dari ikan atau buah alpukat yang mengandung asam lemak omega 3. jika ingin makan daging hewani, pilihlah potongan tanpa lemak.

3. Mengonsumsi probiotik

Probiotik adalah jenis bakteri baik yang banyak terdapat dalam makanan fermentasi, seperti yogurt, kefir, atau bahkan tempe. Bakteri baik dari probiotik dapat menetralkan jumlah bakteri jahat dan melancarkan kerja sistem pencernaan. Selain itu, probiotik dapat meningkatkan penyerapan nutrisi, membantu memecah laktosa, memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda, dan mungkin bahkan membantu mengobati IBS. 

4. Makan sesuai jadwal

Selain asupan makanan yang diatur, Anda juga harus mengatur jadwal makan yang baik untuk mewujudkan sistem pencernaan yang sehat. Makan makanan 3 kali sehari dalam porsi normal sembari makan camilan sehat seperti salad dan buah secara teratur dapat membantu menjaga sistem cerna tubuh Anda tetap prima. 

5. Jangan lupa minum air

Memperbanyak konsumsi serat harus diimbangi dengan minum air mineral yang cukup untuk menjaga kesehatan pencernaan Anda. Serat berfungsi untuk menarik air ke dalam usus besar dan membuat feses jadi yang lebih lunak sehingga mudah dikeluarkan. Anda pun terhindar dari sembelit dan wasir.

6. Berolahraga teratur

Olahraga teratur membantu menjaga makanan tetap bergerak lancar melalui sistem pencernaan Anda. Selain itu, oahraga juga dapat membantu Anda mempertahankan berat badan yang ideal.

7. Jangan stres terlalu lama

Terlalu lama stres atau cemas dapat menyebabkan sistem pencernaan Anda bekerja lebih berat. Untuk menghindari stres, Anda peru membiasakan tidur cukup minimal 7 jam setiap malam dan mungkin juga melakukan meditasi.

Sumber: Hello Sehat

Alga Gold Cereal adalah nutrisi alami yang membantu memperbaiki sistem pencernaan Anda. Dengan sistem pencernaan yang baik, nutrisi makanan bisa diserap dengan baik, sehingga Anda akan selalu sehat. Fibroshake membantu memenuhi kebutuhan serat sehari-hari, dan juga membantu membersihkan usus besar dari plag-plag yang menempel. Pencernaan menjadi bersih, dan Anda akan selalu sehat.

Produk Terkait


Dipublikasikan tanggal 24 Jan 2020 18:00, dilihat: 88 kali