[javascript protected email address]
Sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Air Lemon itu Basa?

Waktu baca ± 4 menit

air-lemon

Ada pernyataan yang sudah menyebar di masyarakat bahwa air jeruk itu asam, tapi bersifat basa dan menetralkan asam lambung. Mungkin di suatu tempat antara mulut dan lambung, ada toko bahan kimia yang menjual basa pada air jeruk 😂.

Air lemon bersifat asam. Ketika sampai di lambung, dia tetap asam karena mengandung asam sitrat. TETAPI HASIL METABOLISME jeruk (dan buah serta sayuran lain) bersifat basa karena banyak mengandung kalium, magnesium dan kalsium. 

Homeostasis

Tubuh memiliki mekanisme homeostasis yang bekerja sangat keras mempertahankan tingkat keasaman (pH) di rentang optimal, yaitu 7,36 – 7,44 yang diukur pada darah arteri sistemik. Organ yang berperan dalam mekanisme homeostasis asam basa adalah ginjal, paru dan sampai batas tertentu, hati. Dalam homeostasis ada yang namanya buffer asam-basa yang berguna sebagai penyeimbang, contoh yang paling penting dari buffer ini adalah HCO3-/CO2. HCO3- adalah buffer basa, karena dia akan menangkap ion H+ yang bersifat asam dan membentuk H2CO3 yang netral.  Sementara CO2 adalah buffer asam. HCO3- terutama dikendalikan oleh ginjal, sementara CO2 dikendalikan kadarnya oleh paru.  

Sel-sel tubuh melakukan metabolisme dengan sisa metabolisme berupa ion H+ dan CO2. Kedua jenis sampah tersebut akan diangkut oleh darah yang mengandung HCO3-. Ion H+ akan terikat dengan HCO3- dan membentuk H2CO3, sementara CO2 akan bereaksi dengan H2O dan membentuk H2CO3 (juga). Aliran darah akan melewati paru-paru yang akan melepas CO2, dan ginjal yang akan memecah H2CO3 menjadi ion H+ dan HCO3-, kemudian membuang ion H+ lewat urin dan menyerap ulang HCO3- serta mengembalikannya dalam darah. Hati juga memiliki peranan dalam homeostasis ini terutama dalam metabolisme protein dan asam organic tertentu. Proses homeostasis sebenarnya lebih kompleks dari cerita di atas, tetapi secara garis besar seperti itu. 

Sifat Makanan

Makanan dikatakan memiliki beban asam spesifik, artinya, hasil metabolisme suatu jenis makanan bisa bersifat asam atau bersifat basa. Makanan berprotein misalnya, dikatakan memiliki beban asam yang tinggi, sementara buah dan sayuran dikatakan memiliki beban asam yang rendah karena banyak mengandung kalium, kalsium dan magnesium (beban asam rendah = bersifat basa). Pengertian ini yang sering salah diterjemahkan oleh campaign managers jeruk nipis (atau lemon atau varietas jeruk lain). Mereka menganggap jika sifat basa kaum jeruk itu sudah terjadi pada saat berada di lambung. BIG MISTAKE, karena sifat basa ini setelah terjadi metabolisme, artinya setelah bahan makanan diserap lambung dan diedarkan ke seluruh tubuh dan memasuki sel-sel tubuh. 

Makanan dengan beban asam tinggi akan mengakibatkan ginjal harus bekerja keras untuk membuang asam sementara makanan dengan beban asam rendah (basa) tidak. Jadi makanan yang bersifat basa tentu baik untuk tubuh, begitu? 

Semua jenis makanan baik jika dalam kadar yang tidak berlebihan, dan sejujurnya, tidak ada bukti bahwa beban asam basa makanan akan mengganggu kerja ginjal (dan pH tubuh) pada manusia yang sehat. 

Alasan pertama adalah karena mekanisme homeostasis yang sudah dijelaskan tadi akan bekerja mengembalikan keseimbangan asam basa. Alasan kedua adalah mekanisme dalam saluran pencernaan sendiri. Tingkat keasaman asam lambung sangat tinggi, sehingga diperlukan dosis/kadar basa yang cukup tinggi untuk memberikan efek, i.e harus dengan suplemen basa, bukan lagi dengan makanan (atau air). Yup, suplemen basa seperti tablet bikarbonat atau baking soda. 

Suplemen Basa

Tablet bikarbonat sudah lama dipakai oleh dokter, jauh sebelum ada hype baking soda. Rumus kimia bikarbonat adalah HCO3-, sama persis seperti bikarbonat yang ada dalam tubuh walaupun dalam bentuk tablet ada tambahan Natrium. Bikarbonat biasanya diberikan sebagai antasida pada penderita gastritis, tetapi tidak untuk jangka panjang. Bikarbonat bisa juga diberikan pada penderita penyakit ginjal kronis yang mengalami asidosis metabolik. 

Apakah Anda tahun bahwa penggunaan baking soda atau tablet bikarbonat dalam jangka panjang dilaporkan bisa menyebabkan lambung robek akibat gas CO2 yang dihasilkan pada saat bikarbonat bereaksi dengan asam lambung? Efek samping lainnya adalah alkalosis metabolik atau peningkatan pH tubuh akibat proses metabolisme (yang membuat kerja ginjal bertambah berat), gangguan keseimbangan elektrolit dan hipertensi. Ada laporan kasus yang mengenai gangguan pembekuan darah akibat bikarbonat. 

Dan hati-hati kalau Anda memutuskan untuk berhenti, karena penghentian tiba-tiba dari penggunaan bikarbonat jangka panjang dan dalam dosis besar, bisa menyebabkan hiperkalemia atau peningkatan kadar kalium dalam darah yang bisa menyebabkan serangan jantung, hipotensi, gangguan keseimbangan cairan dan gangguan metabolisme kalsium dan fosfor. Ingat, ini efek konsumsi bikarbonat atau baking soda jangka panjang, BUKAN EFEK DIET ALKALI. 

Diet Alkali

Untuk diet alkali, belum ditemukan dasar dari klaim diet alkali bisa mempengaruhi tingkat keasaman tubuh, seperti yang diklaim pengusungnya. Tidak ada bukti diet alkali bisa mengubah pH tubuh (mau sel-sel di dekat saluran cerna ataupun sel-sel di tempat lain) pada orang dengan fungsi ginjal dan hati sehat. Pendukung diet alkali akan mengatakan kalau diet alkali membuat kencing menjadi basa, tapi ini bukan bukti kuat akan khasiatnya. Benar, pH urin memang bisa berubah, tetapi pH urin ini tidak mewakili pH tubuh, hanya menunjukkan bahwa ginjal sudah bekerja baik membuang kelebihan basa dari tubuh. 

Kenapa sebagian dokter meresepkan makanan alkali untuk pasiennya? Diet alkali, yang rendah protein, bisa memberikan manfaat untuk pasien-pasien yang memang harus membatasi asupan proteinnya, misalnya pada penyakit ginjal. Jadi sudah ada kelainan pada ginjalnya.  

Komentar

Saya adalah korban hoax manfaat lemon utk sembuhkan maag. Saya penderita GERD dan sudah lama berobat. Suatu masa saya coba lemon yg diklaim rasanya masam tapi bersifat basa. Saya minum rutin nyaris seminggu dgn keyakinan rasa nyeri di lambung yg makin terasa hanya bagian dari proses penyembuhan. Sampai akhirnya saya masuk UGD. Besoknya kontrol ke dr spesialis yg tangani saya bertahun2, saya ditegur habis2an krn konsumsi lemon. Katanya "bgmn mungkin ibu percaya lemon bisa sembuhkan maag? Yang ada luka di lambung ibu semakin nyeri krn kena asam". Saya malu banget krn keinginan utk sembuh membuat saya tdk berfikir panjang.

Sumber: Pembasmi Hoax Kesehatan


Dipublikasikan tanggal 16 Oct 2020 08:00, dilihat: 165 kali
 https://alga-rosan.com/p295