[javascript protected email address]
Sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Animasi 3D Wabah Virus Corona baru 2019

Wabah infeksi virus Corona di propinsi Wuhan, Cina pada Desember 2019 mengancam akan muncul sebagai pandemi berikutnya. Pada hitungan terkini, lebih dari 40.000 kasus dengan 600 kematian dilaporkan di Cina, dan lebih dari 300 kasus dan 25 kematian di negara lain.

Model pembelajaran tidak resmi dari beberapa institusi menyatakan infeksi lebih dari 150.000. Kecepatan penyebaran yang mengkhawatirkan sebagian karena virus menyebar lewat udara dan sentuhan. Menggunakan bantuan animasi medis 3D, video ini meliputi apa itu pandemi, bagaimana virus corona menyebar, bagaimana virus corona menyerang tubuh, dan apa tindakan pencegahan yang dianjurkan sebagai perlindungan terhadap epidemi.

Pandemi menandakan wabah penyakt yang menyebar meliputi seluruh daerah atau dunia. Pandemi dapat menyebabkan kematian massal. Kurang dari 100 tahun terdapat 4 pandemi global, yang terburuk adalah pandemi influensa pada tahun 1918 yang diperkirakan menyebabkan 50 - 100 juta kematian. Walaupun tidak ada pandemi global yang terlahir dari keluarga virus corona, terhadap epidemi regional telah dihasilkan dari keluarga virus ini. Ini termasuk sindrom pernafasan akut berat (SARS) pada tahun 2001 - 2003 dan sindrom pernafasan Timur Tengah (MERS) pada tahun 2012 - 2015 yang mengakibatkan lebih dari 1500 kematian.

Belum banyak diketahui tentang corona virus baru 2019, studi awal dari 99 orang yang terinfeksi menunjukkan tingkat kematian yang tinggi, 11% seperti SARS dan penerimaan ICU 23%. Pada studi sebelumnya menerangkan patologi virus dengan masa inkubasi 8 hari, 1 minggu infeksi, diikuti dengan potensi eskalasi ke perawatan rumah sakit dan perawatan intensif sekitar 8 - 10 hari. 

Indikasi lain mencatat tingkat kematian mendekati 4% pada  Februari. Sekitar 40.000 kasus terkonfirmasi di Cina saja, dengan hampir 200 di 25 negara lain. Tetapi dr. Jonathan Reed dari Inggris percaya bahwa angka kasus sebenarnya jauh lebih tinggi dan diperkirakan antara 170.000 - 300.000 pada 9 Februari. Ini dikarenakan gejalanya bisa ringan, dan luput dari laporan dan pengujian. Lebih dari itu, perbandingan mencolok dengan SARS, beberapa pasien bisa menulari pada masa inkubasi, sebelum serangan gejala-gejala. 

Mekanisme Aksi Virus Corona

Virus Corona baru 2019 adalah jenis keluarga virus korona baru yang ditemukan yang menyebabkan penyakit pernafasan. Manusia sudah lama terinfeksi oleh virus corona, karena ia bertanggung jawab atas terjadinya flu biasa. Itu adalah penularan infeksi virus lewat penghirupan atau menelan tetesan bervirus. Sebagai hasil berdahak atau bersin dan menyentuh permukaan yang terinfeksi adalah sumber utama dari infeksi. 

Struktur virus corona mempunyai beberapa bagian. Di dalam virus terdapat kode genetik yang memungkinkan virus membajak sel-sel manusia dan menjadikannya pabrik virus. Protein yang membungkus materi genetik, atau amplop virus, pada permukaan virus adalah protein S (Spike Glycoprotein) dan HE (Hemagglutinin Esterase), struktur corona virus baru 2019 adalah mutasi. Glikoprotein-S besar digunakan oleh virus untuk bisa masuk ke sel manusia. Mereka kebanyakan melekat pada angiostensin mengubah penerima 2 enzim pada membran sel, mengizinkan masuknya virus. 

Mekanisme yang pasti tidak diketahui, sepertinya seperti ditunjukkan di sini. Sel tubuh manusia menelan virus dalam proses yang disebut endositosis. Setelah masuk sitoplasma, endosom terbuka untuk menyingkap materi genetik virus, untaian tunggal RNA. Virus membajak mesin sel untuk menyalin RNA dalam protein N dan menggunakan retikulum endoplasma untuk membentuk protein M pada sisi luar dan semua protein S yang penting. Setelah replikasi virus dibawa ke aparatus Golgi ke luar sel dalam proses yang disebut eksositosis, sehingga mereka dapat menginfeksi sel lain. 

Sementara itu tekanan produksi virus pada retikulum endoplasma, pada akhirnya akan membawa kepada apoptosis atau kematian sel. Perlu dicatat bahwa mekanisme aksi untuk corona virus baru 2019 tidak diketahui. Tetapi ilmuwan di Cina berhasil memetakan genom, dan yang lainnya sudah menggunakan peta itu untuk memvisualisasikan strukturnya.


Dipublikasikan tanggal 10 Apr 2020 08:00, dilihat: 214 kali