[javascript protected email address]
Sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Beda antara Trigliserid dan Kolesterol

Waktu baca ± 1 menit

makanan-kolesterol-lemak

Dalam membahas trigliserid dan kolesterol, sebaiknya kita harus mengetahui alur metabolisme mekanan di dalam tubuh manusia. Yang dimaksud dengan "menganggap sama antara trigliserid dengan kolesterol" adalah:

  1. Tidak bisa membedakan alur metabolisme antara trigliseride dan kolesterol, keduanya dianggap dimetabolisme dengan jalan yang sama
  2. Sebagian menganggap bahwa trigliserid adalah kolesterol dan sebaliknya

Jika pemahaman diatas bisa kita analisa secara detail dan mendalam maka  akan muncul beberapa hal baru:

1. Pemahaman Kolesterol jahat dan baik adalah kurang tepat.

Jika saat ini ada anggapan bahwa kolesterol baik adalah HDL dan yang jahat adalah LDL. Maka dari pemahaman ini, maka lahir berbagai anjuran yang mengklasifikasi makanan penghasil HDL dan Penghasil LDL. Padahal, tidak ada makanan penghasil HDL dan LDL, ternyata kedua kolesterol ini dibuat oleh liver  kita.

Di masyarakat, makanan yang di-stigma penghasil LDL akan dijauhi, saking latahnya, kacang kacangan juga dinilai sebagai sumber kolesterol jahat, padahal kacang-kacangan tidak mengandung kolesterol

Kemudian, lahir propaganda minyak nabati non kolesterol, sehingga mulai banyak masyarakat yang berfikiran bahwa dengan minum minyak nabati tersebut akan membersihkan kolesterol sehingga pembuluh darah bersih dari plak. Sekarang kita banyak menjumpai masyarakat yang ramai minum VCO, Zaitun, Minyak ikan dan minyak lainnya yg dianggap berkhasiat membersihkan plak, padahal plak tersebut sejatinya bukan disebabkan kolesterol, tapi tumpukan trigliserid yang teroksidasi sehingga di telan oleh makrofag.

2.. Lahir pemahaman minyak jenuh dan tidak jenuh

Minyak jenuh dinisbatkan akan menyebabkan naiknya kolesterol yang menyebabkan plak, padahal tidak ada hubungannya antara kejenuhan minyak dg tingginya kolesterol. Hal ini mengakibatkan masyarakat diarahkan untuk mengganti minyaknya dg minyak tidak jenuh. Padahal resiko terjadinya oksidasi parsial dalam darah makin besar apabila jenis minyak yang kita gunakan adalah minyak tidak jenuh, apalagi yang di dalam tubuh mereka tidak mampu menghasilkan enzyme lipase, maka terjadinya oksidasi akan semakin cepat dan massive sehingga plak akan melonjak semakin banyak

3. Lahir skema pengebirian fungsi liver dalam sintesa VLDL

Skema ini fokus menurunkan trigliserid dan kolesterol dalam darah dengan memerintahkan liver untk STOP produksi VLDL. Apabila langkah ini dilakukan dalam jangka panjang, maka:

  • Lemak & kolesterol akan menumpuk dalam liver
  • produksi hormon steroid akan terhambat sampai terhenti --> mulai gangguan pada fungsi seksual, gangguan ginjal dan komunikasi sistem jantung (adreno korteks dan gonad tidak bisa mensintesis hormon steroid karena tidak ada kolesterol sebagai bahan baku)
  • biasanya akan disarankan diet rendah garam, karena sudah terjadi hipertensi. Hal ini akan mengakibatkan ketidak seimbangan kinerja sistem syaraf yang menggunakan ion Na, Ca, H, Mg yang akan berakibat gangguan syaraf, seperti kram, jesemutan, mati rasa, neuropati dan lain-lain.

Dan masih banyak lagi muncul pemahaman baru di masyarakat akibat ketidak pahaman dalam mengenali dan memahami skema metabolisme dari trigliserid dan kolesterol ini yang sebenarnya. Tentunya jika tidak paham maka bisa memunculkan tindakan yang salarah arah.

Sapto Martanto, Health Advisor Konsep Karnus


Dipublikasikan tanggal 15 Jun 2022 08:00, dilihat: 600 kali
 https://alga-rosan.com/p459