[javascript protected email address]
Sembuh dan sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Bukan Cuma Mutasi DNA, Ini Pemicu Kanker Sarkoma Jaringan Lunak

Waktu baca ± 1 menit

kanker2310

Coba tebak, kira-kira berapa banyaknya pengidap kanker secara global? Jangan kaget ya, berdasarkan lapiran International Agency for Research on Cancer, WHO (2018) memperkirakan terdapat 18,1 juta kasus kanker baru. Dari angka tersebut, setidaknya 9,6 juta orang mesti kehilangan nyawa pada 2018 akibat penyakit mematikan ini. Sangat, serius bukan?

Nah, dari banyaknya jenis kanker, kanker sarkoma jaringan lunak rasanya sering kali dilupakan. Padahal, kanker ini tak kalah bahayanya bila dibandingkan dengan kanker lainnya. Kanker sarkoma jaringan lunak boleh dibilang menjadi salah satu tumor ganas (kanker) yang jarang ditemukan. Jumlahnya hanya 1% kasus pada orang dewasa, dan 7-10% pada anak-anak dan dewasa muda.

Mutasi DNA dan Pemicunya

Sarkoma jaringan lunak merupakan tumor ganas (kanker) yang menyerang jaringan yang menghubungkan atau mengelilingi struktur tubuh. Contohnya, lemak, otot, saraf tendon, pembuluh darah, dan lapisan pada tulang sendi. Meski begitu, menurut National Institutes of Health - Soft tissue sarcomas, sarkoma jaringan lunak lebih umum menyerang kepala, leher, batang tubuh, dan organ retroperitoneum. Lantas, apa penyebab penyakit ini?

Biang keladinya sama dengan kanker jenis lain. Sarkoma jaringan lunak terjadi akibat mutasi DNA di dalam sel sehingga berkembang di luar kendali. Sel-sel yang abnormal ini kemudian akan membentuk tumor yang bisa menyerang jaringan di sekitarnya. Bahkan, bisa menyebar ke tubuh bagian lain. Sayangnya, samapai kini penyebab terjadinya mutasi DNA belum dapat diketahui secara pasti. Namun, selain mutasi genetik, kanker sarkoma jaringan lunak juga bisa disebakan oleh virus. Tepatnya virus Kaposi’s sarcoma. Hal yang perlu diingat, selain dua hal di atas, ada pula beberapa faktor lainnya yang dihubungkan dengan munculnya sarkoma. Contohnya:

  • Radiasi yang dijalani untuk terapi tumor lain bisa saja menyebabkan seseorang terserang sarkoma jaringan lunak.
  • Mengidap penyakit Paget, suatu jenis gangguan pada tulang.
  • Faktor usia, lansia lebih berisiko mengalami sarkoma jaringan lunak.
  • Terjadinya predisposisi genetik seperti sindroma gardner,  hereditary retinoblastoma, dan neurofibromatosis  von recklinghausen tipe 1. Rusaknya gen TP53 juga bisa menyebabkan sindrom Li Fraumeni yang meningkatkan risiko sarkoma.
  • Terpapar bahan kimia tertentu. Paparan terhadap bahan kimia bisa meningkatkan risiko terjadinya sarkoma. Asbes, arsen, dan herbisida merupakan jenis bahan kimia yang berhubungan dengan risiko terjadinya sarkoma.

Gejalanya Bisa Bervariasi

Mengenali gejala sarkoma memang gampang-gamang susah. Sebab menurut penjelasan National Institutes of Health - Soft tissue sarcomas, sarkoma jaringan lunak sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun, sehingga sulit ditemukan pada stadium awal. Ketika tumor makin membesar, lain lagi ceritanya. Maka bisa timbul gejala atau keluhan pada pengidapnya.

Gejala ini biasanya muncul ketika tumor menekan saraf atau otot. Gejalanya bisa berupa:

  • Rasa tidak nyaman hingga kesulitan bernapas.
  • Rasa nyeri bila tumor menekan saraf, organ,pembuluh darah, atau otot.
  • Nyeri perut, perdarahan saluran cerna, dan sumbatan aliran makanan, bila sarkoma berada di dalam rongga perut.

Pada dasarnya, gejala atau keluhan yang dialami pengidapnya bisa berbeda-beda. Gejalanya bergantung pada lokasi tumor berada dan tingkat keparahannya. Ingat, meski kanker ini terbilang langka, tapi bukan berarti bisa diremehkan. Sarkoma jaringan lunak bisa menyebar ke organ lainnya. Alhasil, peluang untuk sembuh pun akan lebih sulit.

Kabar gembira! Telah ditemukan produk nutrisi yang menangkap biang keladi terjadinya mutasi DNA dan memulihkannya kembali, yaitu Alga Tea.

Produk Terkait

Testimoni

Kanker Mata (Retina Blastoma)
Mutiara Sari, Surabaya
 
Kanker Usus
Azzam (66), Pamekasan
 

Dipublikasikan tanggal 26 Dec 2019 09:00, dilihat: 125 kali