[javascript protected email address]
Sembuh dan sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Endometriosis

Waktu baca ± 7 menit

endometriosis

Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim. Jaringan yang disebut endometrium ini dapat tumbuh di indung telur, usus, tuba falopi (saluran telur), vagina, atau di rektum (bagian akhir usus yang terhubung ke anus). Sebelum menstruasi, endometrium akan menebal sebagai tempat untuk menempelnya sel telur yang sudah dibuahi. Bila tidak dalam kondisi hamil, endometrium tersebut akan luruh, lalu keluar dari tubuh sebagai darah menstruasi.

Gejala

Gejala utama endometriosis adalah nyeri hebat pada perut bagian bawah dan sekitar panggul, yang berhubungan dengan menstruasi. Meski pada umumnya wanita akan merasakan nyeri haid, namun nyeri pada wanita dengan endometriosis terasa jauh lebih parah, dan dapat meningkat seiring waktu.

Gejala lain dari endometriosis meliputi:

  • Kram perut, satu hingga dua pekan selama menstruasi
  • Volume darah yang berlebihan saat menstruasi
  • Sakit di punggung bagian bawah selama menstruasi
  • Perdarahan di luar siklus menstruasi
  • Dispareunia
  • Sakit saat buang air besar atau buang air kecil
  • Diare, kembung, mual, sembelit, dan mudah lelah selama menstruasi
  • Mandul

Perlu diketahui bahwa tingkat keparahan nyeri tidak menandakan tingkat keparahan endometriosis. Sejumlah wanita yang mengalami endometriosis ringan dapat merasakan nyeri yang parah. Sebaliknya, wanita dengan endometriosis berat bisa merasakan sedikit atau malah tidak merasakan nyeri sama sekali.

Penyebab

Belum diketahui apa yang menyebabkan endometriosis. Namun demikian, para ahli menduga endometriosis dipicu oleh beberapa kondisi berikut:

Retrograde menstruation

Retrograde menstruation adalah kondisi di mana aliran darah menstruasi berbalik arah. Pada kondisi ini, darah menstruasi tidak mengalir ke luar tubuh melalui vagina, tetapi masuk ke rongga panggul melalui tuba falopi (saluran indung telur). Sel endometrium dalam darah menstruasi tadi akan menempel pada dinding panggul dan permukaan organ panggul. Sel-sel tersebut kemudian akan terus tumbuh, menebal, dan menyebabkan perdarahan selama siklus menstruasi.

Gangguan sistem kekebalan tubuh

Ada dugaan bahwa terdapat kegagalan sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak dapat menghancurkan sel endometrium yang secara keliru tumbuh di luar rahim.

Perubahan sel yang belum matang

Sel yang belum matang ini dapat berubah menjadi sel endometrium, salah satunya dipengaruhi oleh hormon estrogen.

Perubahan sel peritonium

Sel peritonium adalah sel yang melapisi bagian dalam perut. Diduga sel peritonium dapat berubah menjadi sel endometrium bila dipengaruhi hormon atau sistem kekebalan tubuh.

Perpindahan sel endometrium

Sel endometrium dapat berpindah ke bagian tubuh lain melalui darah atau sistem limfatik.

Prosedur bedah

Operasi caesar dan histerektomi dapat menyebabkan sel endometrium menempel di area bekas sayatan.

Faktor Risiko

Para ahli meyakini bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang wanita mengalami endometriosis. Di antaranya adalah:

  • Berusia antara 25-40 tahun
  • Riwayat endometriosis pada ibu, bibi, atau saudara perempuan
  • Belum pernah melahirkan
  • Mengalami kelainan rahim
  • Menderita kondisi tertentu yang dapat menghalangi jalur darah menstruasi
  • Mengonsumsi minuman beralkohol
  • Mulai menstruasi pada usia yang terlalu muda
  • Siklus menstruasi yang singkat, misalnya kurang dari 27 hari
  • Mengalami menopause pada usia yang lebih tua dari batas normal.

Diagnosis

Dokter dapat menduga pasien menderita endometriosis bila terdapat sejumlah gejala yang telah dijelaskan sebelumnya. Namun untuk memastikannya, dokter akan melakukan laparoskopi. Dalam laparoskopi, dokter akan memberi bius umum atau setengah badan pada pasien, kemudian membuat beberapa sayatan kecil di sekitar area pusar.

laparoskopi Selanjutnya, dokter akan memasukkan tabung kecil yang dilengkapi kamera (laparoskop) untuk melihat bagian dalam perut pasien. Melalui laparoskopi, dokter dapat mengambil sampel jaringan (biopsi) untuk diteliti di laboratorium.

Laparoskopi adalah satu-satunya metode yang digunakan untuk mendiagnosis endometriosis. Selain untuk mendiagnosis, laparoskopi juga dapat digunakan sebagai metode pengobatan.

Pengobatan

Pengobatan endometriosis bertujuan untuk mengurangi gejala, memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium di luar rahim, meningkatkan kesuburan, dan mencegah endometriosis kambuh. Metode pengobatan meliputi pemberian obat, terapi hormon, dan prosedur bedah, tergantung kepada tingkat keparahan gejala dan apakah masih ada keinginan untuk mempunyai keturunan.

Obat-obatan

Dokter akan memberikan obat pereda nyeri untuk mengurangi gejala nyeri pada endometriosis, yaitu obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti diclofenac atau ibuprofen.

Terapi hormon

Terapi hormon bertujuan untuk memperlambat pertumbuhan jaringan endometriosis, dengan membatasi atau menghentikan produksi hormon estrogen. Meskipun demikian, terapi hormon tidak dapat meningkatkan kesuburan dan mencegah komplikasi seperti adhesi atau perlengketan.

Terapi hormon yang digunakan untuk mengobati endometriosis, antara lain adalah:

  • Kontrasepsi hormonal. Pil KB, KB implan, KB suntik, atau spiral (IUD) dapat menghambat proses penebalan jaringan endometrium hingga menghentikan menstruasi, sehingga nyeri yang dirasakan bisa berkurang.
  • Obat penghambat aromatase. Misalnya anastrozole, exemestane, dan letrozole, berfungsi untuk menurunkan kadar hormon estrogen dalam tubuh.
  • Analog hormon pelepas gonadotropin (Gn-RH). Obat ini memicu kondisi yang menyerupai menopause, dengan menghambat produksi hormon estrogen. Akibatnya, menstruasi menjadi terhenti dan ukuran endometriosis akan mengecil.
  • Progestogen. Progestogen adalah hormon sintetis yang menyerupai progesteron. Obat ini mencegah proses ovulasi, yaitu keluarnya sel telur dari ovarium ke tuba falopi, sehingga memicu penyusutan endometriosis. Salah satu contoh obat dengan kandungan progesteron sintetis adalah norethisterone.
  • Danazol. Merupakan obat yang menyerupai testosteron, dan bekerja dengan menurunkan produksi hormon yang dihasilkan indung telur, yaitu estrogen dan progesteron, sehingga mewujudkan kondisi serupa menopause.

Prosedur Operasi

Operasi akan dilakukan bila metode di atas sudah tidak efektif dalam mengobati endometriosis. Sejumlah prosedur untuk mengatasi endometriosis adalah:

Laparoskopi

Pada pasien endometriosis yang masih ingin memiliki keturunan namun merasakan nyeri parah, dokter akan menyarankan prosedur laparoskopi atau operasi lubang kunci. Melalui laparoskopi, dokter dapat mengangkat jaringan endometriosis, dan bisa juga membakar jaringan tersebut menggunakan laser atau arus listrik.

Laparotomi

Laparotomi dilakukan bila endometriosis sudah sangat parah dan ukurannya cukup besar. Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan lebar di area perut, agar dokter dapat mengakses organ yang terkena dan mengangkat jaringan endometriosis.

Histerektomi

Histerektomi adalah operasi pengangkatan rahim, serviks, dan kedua ovarium. Pengangkatan ovarium akan memicu menopause dini. Namun demikian, histerektomi juga tidak menjamin endometriosis tidak akan kambuh.

Perlu diketahui bahwa prosedur ini hanya dilakukan sebagai pilihan terakhir. Hal ini karena pasien yang menjalani histerektomi tidak bisa hamil lagi, serta memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita penyakit jantung dan pembuluh darah. Oleh karena itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum memutuskan menjalani histerektomi.

Komplikasi

Endometriosis yang dibiarkan berkembang tanpa diobati dapat menyebabkan beberapa komplikasi, seperti:

Gangguan kesuburan atau infertilitas

Endometriosis dapat menutupi tuba falopi, sehingga menghalangi sel telur bertemu dengan sperma. Pada kasus yang jarang terjadi, penyakit ini dapat merusak sel telur dan sperma.

Sepertiga hingga setengah penderita endometriosis diketahui menderita gangguan kesuburan. Meski demikian, wanita dengan endometriosis ringan sampai sedang masih berpeluang untuk hamil. Dokter akan menyarankan penderita tidak menunda untuk memiliki anak, sebelum kondisinya makin serius.

Kanker ovarium

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa risiko terserang kanker ovarium (indung telur) sedikit meningkat pada penderita endometriosis. Selain kanker ovarium, wanita dengan riwayat endometriosis juga berisiko terserang kanker endometrium, meski sangat jarang terjadi.

Adhesi

Jaringan endometriosis dapat membuat sejumlah organ tubuh saling menempel. Sebagai contoh, kandung kemih dan usus dapat melekat ke rahim.

Kista ovarium

Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang tumbuh pada ovarium. Kondisi ini terjadi bila jaringan endometriosis terletak di dalam atau di dekat ovarium. Pada sejumlah kasus, kista dapat membesar dan menimbulkan nyeri parah.

Diet

Proses penyembuhan dapat dilakukan melalui metode pengobatan. Proses pengobatan tersebut juga harus didukung dengan mengatur pola makan yang mendukung sistem reproduksi kamu, seperti:

Makanan Peningkat Sistem Imun

Beberapa makanan yang bisa kamu konsumsi sebagai peningkat sistem imun, seperti makanan dan buah-buahan yang mengandung vitamin C, wortel, bawang merah, teh hijau, yoghurt, nanas, jahe, cabe rawit, dan buncis.

Makanan yang Mengandung Zat Besi

Jika kamu mengalami perdarahan hebat, kamu akan kehilangan banyak zat besi. Nah, untuk menggantikan zat besi yang hilang, kamu harus mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, seperti susu, ayam tanpa kulit, sayuran hijau, daging tanpa lemak, almond, kacang merah, gandung, kacang mete, dan telur.

Makanan Penyeimbang Produksi Hormon

Beberapa jenis makanan yang dapat menjadi penghambat reseptor hormon estrogen, seperti buncis, buah arbei, kacang-kacangan, kubis, beras merah, seledri, wortel, dan apel.

Makanan Kaya Akan Serat

Makanan yang kaya serat dapat membantu meringankan perut kembung saat kamu sedang haid. Makanan kaya akan serat, seperti kacang-kacangan, alpukat, buah  beri, pisang, gandum, bayam, dan kacang merah.

Asam Lemak Omega-3

Sifat anti radang pada asam lemak omega 3 dapat membantu meringankan rasa nyeri akibat endometriosis. Makanan tersebut antara lain, ikan kod, ikan salmon, ikan tuna, ikan sarden, minyak biji rami, minyak almond, kerang, dan minyak biji chia.

Analisis Konsep Karnus

Kista, tumor, kanker, keloid dan sejenisnya adalah pertumbuhan sel abnormal pada tubuh manusia. Pada Konsep Karnus, hal di atas dikarenakan oleh perubahan DNA sel, yang diakibatkan oleh satu atau beberapa dari 4 hal: radikal bebas, logam berat, racun, peroksida. Radikal bebas dan logam berat banyak terjadi di daerah yang tercemar lingkungan, misalnya di perkotaan atau daerah pertambangan. Logam berat pun kadang-kadang ada di kosmetik, terutama pada kosmetik yang tidak mendapatkan sertifikasi kesehatan. Penggunaan obat-obat yang mempengaruhi hormon juga bisa menyebabkan penyakit ini.

Pengobatan dengan Alga Series

Pengobatan Takaran perhari
Alga Gold ½ - 1 saset 2x
Alga Tea 1 saset 2-5x
Pencegahan Takaran perhari
Alga Gold ½ - 1 saset 1x
Alga Tea ½ - 1 saset 1-2x

 

Produk Terkait

Testimoni

Endometriosis, Haid tidak lancar
Shofiah (38)
 
Endometriosis
Ana Rety (37), Yogyakarta
 

Dipublikasikan tanggal 22 May 2020 08:00, dilihat: 124 kali