[javascript protected email address]
Sembuh dan sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

GERD

Waktu baca ± 3 menit

zz_gerd

Assalamualaikum Sahabat Karnus,⁣

Penyakit degeneratif ⁣Gastroesophageal reflux disease atau yang akrab disebut GERD adalah kondisi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus). Kerongkongan bisa dikatakan sebagai sebuah saluran khusus berbentuk tabung, yang menghubungkan mulut dengan perut dan organ pencernaan lain. Akibatnya, timbul rasa seolah terbakar di dada dan kerongkongan, karena lapisan kerongkongan tersebut mengalami iritasi. Sebenarnya, asam lambung normalnya bisa naik setelah makan, dan hanya terjadi dalam waktu yang cukup singkat alias tidak akan lama.

Jangan khawatir, karena kenaikan asam lambung yang normal tersebut jarang muncul selama Anda tidur. Akan tetapi, kenaikan asam lambung yang sebenarnya normal ini dapat berubah menjadi penyakit GERD ketika gejalanya sering muncul. 

Misalnya sekitar 2-3 kali atau saat timbul luka pada kerongkongan. Seseorang dinyatakan mengalami GERD adalah ketika mengalami kenaikan asam lambung ringan selama 2 kali seminggu, atau kenaikan asam lambung berat hingga minimal seminggu sekali.

Gejala

Gejala utama dari penyakit GERD adalah ketika asam lambung yang seharusnya tetap berada di sistem pencernaan, justru naik kembali ke atas. Alhasil, asam lambung tersebut akan melewati katup kerongkongan yang terbuka. Kondisi tersebutlah yang kemudian akan membuat kebanyakan orang merasakan sensasi terbakar di dada (heartburn). Sensasi seperti terbakar atau heartburn akibat GERD adalah munculnya rasa panas atau tidak nyaman di bagian belakang tulang dada.

Hal ini biasanya bisa semakin memburuk ketika Anda selesai makan, sedang berbaring atau membungkuk. Secara garis besarnya, gejala penyakit GERD adalah:

  • Merasa seperti ada makanan yang tersangkut di dalam kerongkongan, sulit menelan, serta cegukan
  • Mengalami sensasi panas seolah terbakar di dada (heartburn), yang bisa menyebar sampai ke leher
  • Sakit atau nyeri pada dada
  • Timbul rasa asam atau pahit di mulut
  • Ada cairan atau makanan yang naik dari dalam perut ke bagian mulut
  • Masalah pernapasan, seperti batuk kronis dan asma
  • Suara serak
  • Sakit tenggorokan

Kemungkinan masih ada tanda­-tanda dan gejala penyakit GERD yang tidak disebutkan di atas. 

Penyebab

Seperti yang sempat dijelaskan sebelumnya, kenaikan asam lambung sebenarnya cukup umum terjadi. Entah itu karena makan dalam porsi yang terlalu banyak, langsung berbaring setelah makan, atau makan makanan jenis tertentu. Hanya saja, naiknya asam lambung yang dikategorikan sebagai penyakit GERD, biasanya memiliki penyebab tersendiri. Bahkan, bisa berujung pada komplikasi yang cukup serius.

Penyebab utama penyakit GERD adalah karena katup kerongkongan bagian bawah (sfringter) melemah, sehingga membuatnya terbuka pada kondisi tertentu. Katup atau sfringter kerongkongan adalah otot di bagian bawah kerongkongan, sebagai pemisah antara bagian tersebut dengan lambung.

Sfringter kerongkongan seharusnya dalam posisi tertutup sehingga mencegah asam yang ada di lambung agar tidak naik ke atas. Katup di bagian bawah kerongkongan ini baru akan terbuka ketika makanan di mulut akan masuk ke dalam perut. Setelahnya, katup kerongkongan seharusnya tertutup kembali.

Akan tetapi, yang terjadi justru sebaliknya. Katup atau sfringter kerongkongan tersebut malah melemah, sehingga bisa dengan mudah terbuka meski sedang tidak ada makanan di mulut. Hal ini tentu menyebabkan asam pada lambung berbalik naik ke kerongkongan. Jika kondisi tersebut terjadi terus-menerus, lapisan kerongkongan akan mengalami iritasi hingga peradangan.

Cara Mengatasi GERD

Guna mengatasi gejala GERD, Anda bisa mengonsumsi obat-obatan golongan berikut ini:

  • Antasida.
  • H-2 receptor blockers, seperti cimetidine, famotidine, dan ranitidine.
  • Proton pump inhibitors (PPIs), seperti lansoprazole dan omeprazole.

Untuk menentukan jenis obat mana yang cocok dan tepat digunakan untuk mengobati penyakit GERD, Anda perlu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Di samping mengonsumsi beberapa obat di atas, melakukan perubahan gaya hidup juga penting dilakukan supaya gejala GERD tidak kambuh kembali. Perubahan yang dimaksud adalah:

  • Menurunkan berat badan, jika memiliki berat badan yang berlebih.
  • Tidak merokok.
  • Meninggikan kepala saat tidur.
  • Tidak berbaring atau tidur setidaknya dalam waktu 2 hingga 3 jam setelah makan.
  • Menghindari makanan atau minuman yang memicu asam lambung naik, seperti alkohol, susu, makanan yang pedas dan berlemak, cokelat, mint, dan kopi.
  • Tidak mengenakan pakaian yang terlalu ketat.

Sebenarnya, setiap orang bisa mengalami gejala asam lambung naik, terutama setelah makan dalam jumlah yang banyak, makan pada larut malam, atau mengonsumsi makanan yang memicu produksi asam lambung. Asam lambung naik baru dikatakan sebagai penyakit jika gejala tersebut muncul paling tidak 2 kali dalam seminggu.

Pengobatan Konsep Karnus

Konsep Karnus sangat tidak menganjurkan mengkonsumsi obat-obatan yang menetralisir asam lambung, atau yang menghambat keluarnya asam lambung. Banyak pengobatan medis yang sifatnya jalan pintas hanya untuk mengatasi gejala saja, tetapi tidak menyentuh kepada akar permasalahan. Pada umumnya orang mengenal diabetes adalah induk dari segala macam penyakit, di dalam Konsep Karnus, gangguan lambung adalah kakeknya. 

Dengan menerapkan Konsep Karnus, tubuh akan mempunyai cukup nutrisi untuk melakukan regenerasi sel. Dengan algoritma self-healing dari Sang Maha Pencipta, bila nutrisi cukup maka tubuh akan punya bahan untuk melakukan regenerasi sel-sel, termasuk untuk merekonstruksi katup lambung agar dapat bekerja sesuai fungsi dasarnya secara optimal.⁣

Pengobatan Takaran perhari
Alga Gold 1 saset 2x
Alga Tea ½ - 1 saset 1x
Pencegahan Takaran perhari
Alga Gold ½ - 1 saset 1x
Alga Tea ½ - 1 saset 1x

 

Produk Terkait

Testimoni

Maag, GERD
Yoni
 

Dipublikasikan tanggal 12 Jan 2020 08:00, dilihat: 343 kali