[javascript protected email address]
Sembuh dan sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Glutathion

Waktu baca ± 6 menit

glutation

Glutathion (bahasa Inggris: glutathione, GSH) adalah tripeptida intraselular berbentuk Gamma-Levo-glutamil-L-sisteinil-glisina, dengan berbagai kegunaan, antara lain, detoksifikasi, antioksidan, pemeliharaan status tiol dan modulasi proliferasi sel. Glutathion biasanya berbentuk molekul reduksi tiol yang disebut GSH, dan bentuk disulfida teroksidasi. Konsentrasi GSH tertinggi terdapat di dalam hati.

GSH telah dikenal sebagai kofaktor anti-oksidan terhadap spesi oksigen reaktif dan senyawa lipid hidroperoksida, dengan enzim glutation peroksidase dan golongan glutathion-s-transferase (GST). Meskipun beberapa spesi reaktif dapat membentuk adduct secara langsung terhadap GSH, umumnya reaksi adduct tersebut terjadi dengan senyawa GST sebagai katalisator. Senyawa berjenis thiadiazabicyclo-ONE-GSH (TOG) yang merupakan adduct GSH dengan 4-hydroperoxy-2(E)-nonenal (ONE) merupakan produk terbanyak yang terbentuk sepanjang stres oksidatif yang dimediasi oleh Fe(II) atau peroksida pada sel endotelial, kedua jenis senyawa TOG merupakan adduct GSH dengan asam dioksododesenoat dan asam dioksooktenoat, dua senyawa yang diturunkan dari terminus karboksi lipid hidroperoksida.

Kadar glutathion dalam tubuh bisa semakin menurun seiring bertambahnya usia seseorang sebab produksi glutathion juga tidak seoptimal sebelumnya. Selain karena usia, glutathion dalam tubuh juga bisa menurun jika mengalami beberapa masalah kesehatan, seperti kanker, HIV/AIDS, diabetes tipe 2, hepatitis, dan penyakit parkinson. Meskipun begitu, Anda tetap bisa mencukupi kadar glutathione tubuh dari suplemen oral dalam bentuk kapsul ataupun cairan.

Manfaat glutathione

Dikutip dari Very Well, menurut penelitian dalam Journal of Nutrition, mengatakan bahwa glutathion memainkan peran penting untuk menjaga kadar antioksidan, memecah nutrisi, dan mengatur berbagai proses biologis tubuh. Masih ada berbagai manfaat glutathione dalam tubuh yang penting untuk Anda ketahui, yaitu:

Mengurangi gejala penyakit Parkinson

Penyakit parkinson terjadi ketika ada gangguan progresif pada sistem saraf yang bisa memengaruhi kemampuan gerak pengidapnya, gejala yang muncul berupa tremor pada tangan serta otot terasa kaku yang semakin parah dari waktu ke waktu.

Sejauh ini, National Institute of Health menyatakan belum ada obat yang bisa menyembuhkan penderita parkinson. Namun, sebuah penelitian menyatakan bahwa glutathione memberikan efek positif bagi orang yang mengalami tremor jika diberikan melalui pembuluh darah langsung. Para ahli menyimpulkan bahwa antioksidan ini bisa mengurangi gejala Parkinson dan memperpanjang angka harapan hidup orang dengan Parkinson

Mengurangi kerusakan otak pada anak autis

Anak dengan autisme mengalami kerusakan otak akibat adanya proses oksidatif yang tinggi di sistem saraf. Proses tersebut juga bisa disebabkan karena kurangnya jumlah glutathione dalam tubuh si kecil.

Medical Science Monitor melakukan penelitian terhadap 26 anak dengan autisme yang berusia 3-13 tahun. Selama 8 minggu mereka dianjurkan untuk melakukan pengobatan dengan glutathione melalui konsumsi suplemen ataupun transdermal glutathion (sejenis perawatan yang menggunakan bahan aktif pada kulit). Hasilnya menunjukkan bahwa suplemen glutathione bisa membantu meningkatkan kadar glutathion anak dengan autisme, sehingga dapat mencegah kerusakan otak yang terjadi akibat proses oksidatif.

Meningkatkan kerja insulin pada lansia

Salah satu manfaat glutathion yang penting bagi orang tua yakni bisa mengoptimalkan kerja insulin dalam tubuh. Hal ini yang kemudian mendorong Baylor School of Medicine untuk melakukan penelitian pada hewan dan manusia, guna mengetahui peran glutathion dalam menyeimbangkan berat badan dan kadar insulin tubuh pada lansia.

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat glutathion yang rendah banyak dikaitkan dengan pembakaran lemak yang kurang optimal, sehingga menyebabkan lemak tubuh semakin banyak menumpuk.

Subjek usia tua pada penelitian dianjurkan untuk menambah kandungan sistein dan glisin pada asupan makanan harian mereka, yang bertujuan untuk meningkatkan glutathion. Hasilnya bisa meningkatkan kerja insulin dan pembakaran lemak dalam tubuh.

Menurunkan risiko stres oksidatif

Stres oksidatif merupakan kondisi ketika jumlah radikal bebas dalam tubuh lebih banyak dibandingkan kadar antioksidan (yang bisa mencegah kerusakan sel karena radikal bebas). Kondisi ini yang kemudian akan menyebabkan terjadinya kerusakan sel dalam tubuh. Tingkat stres oksidatif yang terlalu tinggi bisa menyebabkan munculnya berbagai penyakit misalnya diabetes, kanker, dan rematik.

Penelitian dari Journal of Cancer Science and Therapy mengungkapkan bahwa kadar glutathion yang tinggi bisa mencegah terjadinya radikal bebas, sehingga mencegah penyakit kronis terjadi.

Mengurangi kerusakan sel pada penyakit perlemakan hati

Kerusakan sel pada hati bisa semakin parah jika diiringi dengan rendahnya kadar antioksidan, termasuk glutathion. Kondisi ini dapat mengakibatkan penyakit perlemakan hati, baik pada orang yang minum alkohol maupun yang tidak.

Namun sebuah penelitian mengungkapkan bahwa glutathion cukup ampuh mengurangi kerusakan hati. Selain itu, penelitian lainnya juga membuktikan efek positif dari glutathion pada penderita penyakit perlemakan hati, setelah suplemen glutathion diberikan selama empat bulan dengan dosis 300 miligram per hari.

Bagaimana Glutathion Bekerja

Glutathion bekerja untuk membantu menjaga pemanfaat energi efisien, produksi energi optimal. Juga membantu melindungi DNA dengan memaksimalkan fungsi dan jumlah T-cell yang bertugas sebagai garda utama pelindung DNA. Artinya juga berperan mempercepat proses pembentukan sel baru yang sudah usang dan rusak, mengatasi dengan cepat kerusakan sel dan mencegah sedini mungkin kerusakan induk sel yang bisa  menjadi cikal bakal kanker.

Kadar glutathion yang tinggi dalam tubuh biasanya terlihat dari penampakan luar: orangnya terlihat lebih segar, tidak mudah lelah, pikirannya fokus bahkan di usia lanjut. Juga gak gampang sakit, bahkan termasuk relatif lebih tahan dengan penyakit degeneratif seperti jantung, diabetes, hipertensi dan juga kanker. Tetapi, mempertahankan kadar glutathion yang tinggi tidak mudah, karena seiring seseorang menginjak usia 20 tahun kadar glutathion dalam tubuh akan berkurang. Sampai pada usia manula jumlahnya akan cukup minim untuk mampu menjaga tubuh dengan optimal.

Penyebab berkurangnya kadar glutathion sebenarnya cukup banyak, seperti:

  • Masuknya banyak faktor polutan ke dalam tubuh sejak usia dini
  • Stres dan kurang istirahat, efek beban kerja
  • Penyakit 
  • Pola makan yang tidak sehat.

Semakin banyak toksin dalam tubuh, semakin bekerja keras seseorang, semakin lelah dan tertekan seseorang maka semakin keras pula kerja organ-organ tubuh. Semakin keras kinerja organ, semakin mudah sel-sel menjadi lelah dan usang, untuk kemudian mati. Semakin banyak tubuh menyerap glutathion dalam tubuh untuk memproses produksi sel baru. Demikian halnya ketika Anda sakit, sekalipun itu hanya flu. Penyakit akan menyebabkan kerusakan sel sekalipun kadang skalanya relatif kecil. Kerusakan ini menuntut penggunaan glutathion.

Jadi intinya, semakin bertambah usia seseorang, semakin banyak faktor perusak sel yang masuk dan muncul dalam tubuh semakin menipis kadar glutathione dalam tubuh.

Suplemen Glutathion

Pada dasarnya glutathion adalah jenis anti oksidan yang diproduksi oleh tubuh Anda sendiri. Jadi berbeda dengan jenis anti oksidan lain yang bisa Anda dapatkan dari makanan seperti misalkan antosianin dari buah naga atau quercetin dari buah noni, yang satu ini gak ada di buah apapun. Kalaupun satu waktu Anda ke apotek dan menemukan suplemen dengan kandungan glutathion besar kemungkinan itu adalah glutathione sintetis. Bukan palsu ya, tapi buatan laboratorium. Atau ada pula yang diklaim diperoleh dari glutathion hewan.

Tidak cuma suplemen glutathion saja yang sekarang beredar di pasaran. Banyak pula krim wajah yang diklaim mengandung glutathion. Karena sejumlah temuan juga menunjukan peran glutathion dalam membantu menjaga kesehatan kulit,  seperti mengatasi infeksi jerawat dengan sangat cepat, mempercepat proses perbaikan permukaan kulit yang rusak karena efek sinar matahari dan infeksi jerawat. Juga diklaim membuat awet muda serta warna kulit yang cerah.

Untuk bisa membuat glutathion ini dalam tubuh, ada beberapa komponen yang harus tersedia. Komponen utama dalam membuat glutathion terdiri dari sulfur, asam glutamat, sistein dan glisin (merupakan formula asam amino alias protein turunan). Jangan lupa tambahkan asupan melatonin, vitamin C dan vitamin E serta beberapa jenis anti oksidan dalam asupan Anda.

Kunci utama dari glutathion adalah sulfur. Bahkan dalam sistein sendiri terdapat komponen sulfur. Sifatnya yang unik menyebabkan glutathion memiliki daya hisap dan rekat menarik toksin dan menggiringnya keluar dari tubuh melalui cairan.

Sedang komponen glutamat, glisin dan melatonin menjadi aspek yang mendorong glutathion berperan mempercepat pembentukan sel baru dan mendorong kemampuan imunitas.  Menurut Mark Hyman MD, peran aspek asam amino dalam glutathion juga membantu menjaga setiap sel tetap menjaga kesinambungan fungsinya dalam jangka panjang. Ini karena setiap sel dalam tubuh terutama sel otot, kulit dan jaringan ligamen memiliki protein sebagai salah satu komponen utama.

Nah, peran vitamin C dan E sebenarnya sebagai penyempurna peran. Glutathion baru akan optimal bila kadar vitamin C dan E dalam tubuh mencukupi. Sedang peran antioksidan meningkatkan kemampuan anti oksidan dari glutathion. Jadi sangat baik bila Anda ingin meningkatkan kinerja glutathion dengan mengkonsumsi makanan sumber anti oksidan.

Langkah meningkatkan glutathion

Pertama, Anda harus mengkonsumsi makanan sumber vitamin C dan E. Mulai dari aneka macam buah, kacang-kacangan, minyak essensial macam minyak zaitun atau minyak wijen. Lalu mengkonsumsi buah alpukat yang punya nutrisi lengkap mulai dari vitamin C, E sampai asam amino.

Tambahkan juga sumber makanan kaya anti oksidan seperti buah berry-berryan, buah noni, buah naga, sayuran hijau, kembang kol, tomat, wortel,  rempah-rempah macam oregano, ketumbar, bawang-bawangan, kunyit dan lain sebagainya.

Peran anti oksidan ini kebanyakan membantu kinerja hati. Karena hati yang sehat menjadi salah satu titik penting produksi glutathion.  Kalau hati mengalami penurunan fungsi, biasanya produksi glutathion akan menurun drastis.  Anti oksidan sendiri kan bisa bekerja sebagai anti toksin, sementara fungsi utama hati juga sebagai pelawan racun. Jadi semacam bala bantuan untuk menjaga fungsi hati.

Satu catatan yang perlu Anda tau, semakin gelap sebuah makanan seperti buah naga dan buah blackberry, semakin baik manfaatnya. Karena jenis seperti ini juga memiliki kandungan melatonin tinggi.  Buah dengan warna segar seperti sangat jingga atau malah putih sekalian juga baik.

Tambahkan sumber protein dan lemak sehat. Sebut saja ikan-ikanan dan kuning telur yang dikenal mengandung banyak 3 jenis asam amino komponen utama glutathion tadi. Tidak apa-apa bila Anda tambahkan sumber protein nabati macam kacang-kacangan dan biji-bijian. Juga bila Anda sesekali menambahkan asupan daging merah dan ayam.

Semua sumber protein mengandung glisin, asam glutamat dan sistein. Hanya dalam kadar berbeda dan komposisi tambahan yang berbeda. Tambahan asam lemak omega 3 dan 6 membantu mengoptimalkan proses pengolahan asam amino menjadi glutathione. Makanya disarankan mengkonsumsi ikan-ikanan dan kacang-kacangan.

Sudah punya gambaran bagaimana cara terbaik untuk meningkatkan kadar glutathione dalam tubuh? Jangan lupa hindari stress, rutin olahraga dan pastikan Anda menjalanan pola makan yang rendah resiko seperti bebas toksin dan bebas bahan adiktif. 


Dipublikasikan tanggal 21 Apr 2020 08:00, dilihat: 147 kali