[javascript protected email address]
Sembuh dan sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Gula Darah Normal

Waktu baca ± 5 menit

diabetes

Kadar gula darah adalah ukuran berapa banyak glukosa yang terdapat di dalam darah. Kadar gula selalu berubah seiring dengan aktivitas makan dan metabolisme tubuh, meskipun demikian perlu dijaga agar tetap dalam batas normal supaya tidak menyebabkan gangguan dalam tubuh. 

Kadar gula darah dipengaruhi oleh asupan nutrisi dari makanan atau minuman, khususnya karbohidrat karena jenis makanan ini yang banyak mengandung gula, serta metabolisme sel dalam menyerap gula dari darah. Seusai makan, sistem pencernaan akan memecah karbohidrat menjadi gula atau glukosa yang bisa diserap oleh aliran darah. Zat tersebut sangat penting untuk sumber energi sel-sel tubuh Anda. Darah mengalirkan zat gula ini menuju sel-sel tubuh guna menjadikannya energi. Pada saat ini kadar gula naik.

Metabolisme sel membutuhkan energi dari gula. Setiap hari, miliaran sel baru dibuat, dan ini memerlukan banyak energi. Nah, pada saat sel butuh energi, tubuh akan mengirim sinyal melalui hormon insulin. Hormon insulin ini akan diterima oleh sel, lalu membuka pintu untuk masuknya gula. Dengan demikian, kada gula kembali menurun. 

Kisaran gula darah normal

Kadar gula darah normal tidak selalu sama, tergantung kapan tes dilakukan, setelah atau sebelum makan. Berikut ini adalah batasan kadar gula darah normal, namun memiliki patokan yang berbeda-beda.

Tes gula darah setelah makan

Jika tes gula darah dilakukan dua jam setelah makan, maka kadar gula darah normal adalah kurang dari 140 mg/dL atau 7.8 mmol/L. Batasan ini berlaku untuk orang berusia di bawah 50 tahun. Bagi orang yang berusia 50-60 tahun, kadar normalnya adalah kurang dari 150 mg/dL atau 8.3 mmol/L. Sedangkan pada orang berusia 60 tahun ke atas, kadar gula darah normal adalah 160 mg/dL atau 8.9 mmol/L.

Tes gula darah setelah puasa

Jika tes gula darah dilakukan setelah puasa, maka kadar gula darah yang normal seharusnya kurang atau sama dengan 100 mg/dL atau 5.6 mmol/L.

Tes gula darah secara acak

Jika tes gula darah dilakukan secara acak (tes gula darah sewaktu), maka hasilnya tidak bisa disamakan, tergantung dari kapan tes dilakukan dan apa yang dikonsumsi sebelum tes. Secara umum, kadar gula darah normal adalah 80-120 mg/dL atau 4.4-6.6 mmol/L, jika tes dilakukan sebelum makan atau setelah bangun tidur. Sedangkan jika tes dilakukan sebelum tidur, batasan normalnya adalah 100-140 mg/dL atau 5.5-7.7 mmol/L.

Gula Darah Terlalu Tinggi

Jika melebihi 200 mg/dL, kadar gula darah dikatakan terlalu tinggi, atau istilah medisnya hiperglikemia. Hiperglikemia dapat terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin, yaitu hormon yang dilepas oleh pankreas. Insulin berfungsi untuk memberi sinyal bagi sel untuk membuka pintu membran bagi masuknya molekul glukosa, yang selanjutnya akan diproses menjadi energi.

Gula darah tinggi juga dapat terjadi bila sel-sel tubuh tidak sensitif terhadap insulin, sehingga gula dari darah tidak dapat masuk ke dalam sel untuk diproses. Bila kita terlalu banyak makan, makan gula yang belum dipakai oleh metabolisme sel akan disimpan dalam darah. Ditambah dengan adanya zat-zat yang tidak sehat di dalam darah, hal ini bisa memicu resistensi insulin, penyebab diabetes. Jadi jangan salah, penyebab diabetes adalah resistensi insulin; kadar gula darah yang tinggi itu akibat dari resistensi insulin. Selain itu, gula darah tinggi pada penderita diabetes juga dapat dipicu oleh stres, infeksi, atau mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Orang yang tidak menderita diabetes juga bisa terkena hiperglikemia, terutama jika sedang mengalami sakit berat. Tanda-tanda Anda memiliki kadar gula darah terlalu tinggi adalah badan terasa lelah, nafsu makan sangat tinggi, bobot tubuh berkurang, sering merasa haus, dan sering buang air kecil. Jika kadar gula darah mencapai 350 mg/dL atau lebih, gejala yang dapat muncul adalah sangat haus, penglihatan buram, pusing, gelisah, dan penurunan kesadaran. Di samping itu, kulit akan terlihat memerah, kering, dan terasa panas.

Apabila tidak segera ditangani, kadar gula darah yang terlalu tinggi bisa menimbulkan ketoasidosis diabetik atau sindrom hiperglikemi hiperosmolar, yang dapat berakibat fatal. Selain itu, kadar gula darah tinggi dalam jangka waktu lama tanpa pengobatan dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada gigi dan gusi, masalah kulit, osteoporosis, gagal ginjal, kerusakan saraf, kebutaan, serta penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

Gula Darah Terlalu Rendah

Gula darah terlalu rendah atau hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah di bawah 70 mg/dL. Kondisi ini juga umum terjadi pada penderita diabetes, yaitu akibat efek samping obat antidiabetes yang dikonsumsinya. Obat antidiabetes, khususnya insulin, bisa menurunkan kadar gula darah secara berlebihan.

Penderita diabetes tipe 1 tidak memiliki hormon insulin dalam jumlah yang cukup. Oleh karena itu, diperlukan tambahan insulin dari luar yang biasanya berupa suntikan. Namun jika dosisnya terlalu tinggi, insulin bisa membuat gula darah turun drastis. Pada penderita diabetes, hipoglikemia dapat terjadi jika penggunaan insulin atau obat antidiabetes tidak diiringi oleh asupan makanan yang cukup. Olahraga yang berlebihan juga dapat memicu kondisi ini.

Bukan hanya penderita diabetes, orang yang tidak menderita diabetes pun bisa mengalami hipoglikemia atau gula darah rendah. Beberapa penyebabnya adalah:

  • Terlalu banyak minum minuman beralkohol.
  • Menderita penyakit tertentu, seperti hepatitis, anoreksia nervosa, atau tumor pada pankreas.
  • Kekurangan hormon tertentu.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya quinine.

Jika kadar gula darah rendah, tubuh akan terasa lemas dan tidak bertenaga. Gejala lain yang bisa Anda alami adalah lapar, keluar keringat dingin, kulit pucat, jantung berdebar, kesemutan di area mulut, gelisah, dan mudah marah.

Sedangkan gejala yang akan Anda alami ketika kadar gula darah terlalu rendah (di bawah 40 mg/dL), antara lain:

  • Bicara melantur
  • Sulit konsentrasi
  • Tidak mampu berdiri atau berjalan
  • Otot berkedut
  • Kejang

Jika didiamkan, kondisi ini dapat menyebabkan stroke, koma, bahkan kematian.

Mempertahankan Kadar Gula Darah Normal

Untuk menghindari efek gula darah terlalu rendah atau tinggi, mari jaga kadar gula darah Anda agar tetap dalam batas normal. Berikut cara-cara yang bisa Anda lakukan:

Olahraga rutin

Dengan rutin olahraga, Anda bisa menstabilkan gula darah. Lakukan olahraga setidaknya 2,5 jam per minggu secara teratur. Anda bisa melatih kekuatan otot-otot tubuh karena peranannya dalam menggunakan dan menyimpan gula sangat besar. Hal tersebut bisa membuat kadar gula darah tetap normal. Namun ingat, jangan berlebihan melakukan aktivitas fisik karena hal tersebut bisa memicu hipoglikemia.

Perhatikan asupan makanan

Sebaiknya batasi konsumsi karbohidrat. Sumber karbohidrat yang bisa Anda pilih yaitu ubi, pasta dari biji-bijian utuh, dan nasi merah. Makanan lain yang bagus untuk Anda konsumsi yaitu kacang-kacangan seperti almond, ikan salmon, daging dada ayam tanpa kulit,  brokoli, bayam, dan kayu manis.

Makan tepat waktu

Jangan melewatkan waktu makan Anda, terutama sarapan. Jika hal ini terjadi, rasa lapar akan meningkat di jam makan berikutnya. Hasilnya Anda akan makan secara berlebihan, kemudian naiklah gula darah Anda. Makan tiga kali sehari ditambah dua camilan bernutrisi di sela-sela jam makan bisa membantu gula darah tetap normal.

Hindari stres

Sebaiknya segera atasi stres yang Anda alami, karena kondisi ini bisa membuat kadar gula darah Anda meningkat.

Tindakan yang lebih baik

Gula darah tinggi, umumnya dikaitkan dengan diabetes, bahkan kadang-kadang dianggap gula darah tinggi = diabetes. Lalu dengan anggapan seperti itu, dilakukan berbagai macam cara untuk menurunkan gula darah yang dianggap sebagai menyembuhkan diabetes. Tindakan yang lebih baik adalah mengurai penyebab gula darah menjadi tinggi di dalam darah.

Gula darah menjadi tinggi disebabkan karena sel-sel tubuh tidak peka terhadap insulin (insulin reseptornya terganggu). Bisa jadi karena kekurangan hormon dan enzim, atau terlalu banyak kotoran/plak di dalam darah, dll. Maka tindakan yang lebih baik adalah membenahi kembali sistem tubuh yang sudah terganggu, bukan dengan jalan pintas tambal sulam. Yang pertama adalah perbaikan lambung, karena bila lambung tidak bekerja dengan baik → makanan tidak tercerna dengan sempurna → usus tidak bisa menyerap banyak nutrisi → regenerasi sel, pembuatan horman dan enzim terganggu → sistem tubuh mulai kehilangan keseimbangan dan akhirnya rusak secara perlahan-lahan.

Dengan perbaikan lambung, nutrisi cukup untuk memproduksi hormon dan enzim sehingga cukup tersedia untuk mengendalikan sistem tubuh, yang perlahan-lahan akan menjalankan algoritma auto-healing. Sederhana sebenarnya, asalkan regenerasi sel lebih banyak dari sel yang mati, maka organ tubuh yang sudah mengalami penurunan fungsi berangsur-angsur akan kembali pulih. Walaupun menurut medis ada beberapa sel yang tidak bisa diregenerasi, seperti otak, ginjal dan tulang, di lapangan ditemukan keajaiban. Segera terapkan Konsep Karnus, dan dapatkan keajaiban yang akan mengubah hidup Anda.

Produk Terkait

Testimoni

Hipertensi, Asam Urat, Diabetes
Slamet (74), Jombang
 
Kanker Pankreas, Empedu, Liver, Diabetes, Asam Urat, Paru-Paru
Pak Kamijo
 

Dipublikasikan tanggal 11 Apr 2020 08:00, dilihat: 211 kali