[javascript protected email address]
Sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Hiperasiditas dan Hipoasiditas

Waktu baca ± 1 menit

asiditas

Sakit lambung memang umumnya disebabkan karena masalah asam lambung, yang berakibat dinding lambung menjadi luka dan seterusnya. Namun perlu diketahui ternyata gangguan lambung ini mengarah kepada 2 hal yaitu Hiperasiditas dan Hipoasiditas.

Hiperasiditas adalah suatu kondisi asam lambung yang keluar berlebihan. Pada kondisi asam lambung berlebihan ini akan menyebabkan dinding lambung mudah teriritasi, mudah luka dan mudah terinfeksi. Ciri-ciri Hiperasiditas biasa ditandai dengan berbagai gejala antara lain: Rasa terbakar di dada, mudah sakit tenggorokan, nafas cenderung berbau pada jangka panjang, rasa tidak nyaman, bersendawa, banyak mengeluarkan air liur, batuk kronis, suara serak, kesulitan menelan dsb.

Karena efek Hiperasiditas ini menimbulkan efek mengganggu kesehatan bahkan menyakitkan, biasanya ditindaklanjuti dengan mengkonsumsi obat penetral/penghambat sekresi asam lambung, ataupun berbagai obat untuk menurunkan gejala lainnya namun biasanya tidak kunjung sembuh. Penggunaan obat penghambat asam dalam jangka panjang akan menyebabkan penyakit komplikasi seperti hiperkolesterol akibat kekurangan hormon pepsin, juga hipertensi, diabetes, gangguan batu empedu dan banyak gangguan kesehatan lainnya yang muncul secara bertahap.

Hipoasiditas adalah suatu kondisi asam lambung yang diproduksi mengalami kekurangan atau jumlahnya lebih rendah dari ukuran normal, kondisi hipoasiditas terjadi sebagai rangkaian kelanjutan akibat terjadinya kerusakan pada dinding lambung yang terjadi secara kronis (menahun) akibat sebelumnya sering mengalami hiperasiditas yang  tidak tertangani dengan baik. Selain itu juga karena masalah usia, stress, kekurangan vitamin B dsb.

Pada kondisi hipoasiditas, hal ini akan berdampak kepada lambung mudah terinfeksi kuman helicobacter pilorii, salmonella typhosa  dan sistem pencernaan kekurangan enzym pepsin, sehingga tubuh gagal memecah protein menjadi asam amino dan akhirnya kekurangan hormon, enzym dan perangkat sistem lainnya. Dari sini  metabolismenya tidak akan berjalan normal. Kondisi Hipoasiditas bisa memicu terjadinya kekurangan gizi (Malnutrisi).

Tanda-tanda orang yang mengalami Hipoasiditas biasanya ditandai dengan kemampuan makan sedikit-sedikit karena nafsu makannya menurun, namun jika dipaksa makannya agak banyak orang tersebut tidak akan cepat lapar kembali sesudah beberapa jam makan (awet kenyang).

Di Sisi lain jika sudah lapar dan tidak segera makan, kesehatannya sangat terganggu dan mudah sakit. Ciri-ciri lainnya adalah orang yang mengalami Hipoasiditas badannya akan cenderung kurus dan biasanya tidak tahan saat berada di ruangan ber AC (dingin). Pengobatan kondisi hipoasiditas biasanya pasien dianjurkan utk menghindari stress, makan dengan cara  mengunyah yang benar tanpa buru-buru, konsumsi vitamin B, diberikan obat jenis HCl (betaine hydroclorida), minum cuka apel, konsumsi jahe,  mengurangi asupan manis dsb.

Baik Hiperasiditas maupun Hipoasiditas adalah kondisi patologis, jika tidak diatasi dengan bijaksana akan menimbulkan banyak permasalahan kesehatan. Rekonstruksi lambung dengan menjalankan Konsep Karnus dengan mengkonsumsi Alga Gold Cereal dan Alga Tea akan mengembalikan susunan dinding lambung menuju normal kembali, dari sini baik kondisi hiperasiditas maupun hipoasiditas akan terobati dengan baik dan berbagai gangguan kesehatan yang ditimbulkannya otomatis juga akan diselesaikan dengan cara yang alami dan sesuai dengan Algoriteme kesehatan manusia.

Produk Terkait

Testimoni

Maag, GERD
Yoni
 
Maag
Solekhan (49), Gresik
 

Dipublikasikan tanggal 16 Mar 2021 08:00, dilihat: 562 kali
 https://alga-rosan.com/p340