[javascript protected email address]
Sembuh dan sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Hormon

Waktu baca ± 3 menit

hormon

Apa itu hormon?

Hormon adalah zat kimia pada tubuh, bagian dari sistem endokrin yang memengaruhi kebanyakan sistem utama dan proses dalam tubuh, meliputi:

  • Pencernaan makanan
  • Penyerapan zat gizi
  • Fungsi seksual
  • Reproduksi
  • Pertumbuhan dan perkembangan
  • Detak jantung, suhu tubuh, siklus tidur, mood, rasa haus, kendali nafsu makan, fungsi kognitif dan lainnya.

Hormon adalah zat yang bergerak dalam aliran darah ke jaringan dan organ. Zat ini sangat berpengaruh bagi fungsi tubuh, sedikit saja jumlah hormon berubah maka akan memengaruhi suatu fungsi tubuh tertentu bahkan kesehatan Anda secara umum. Maka itu, penting untuk menjaga keseimbangan jumlah hormon dalam tubuh.

Dari mana hormon berasal?

Hormon adalah zat yang dihasilkan secara alami oleh kelenjar endokrin. Karena kelenjar endokrin tidak memiliki saluran, hormon dialirkan langsung ke pembuluh darah, tanpa melalui saluran apapun. Beberapa kelenjar endokrin utama pada tubuh adalah:

  • Kelenjar pituitari
  • Kelenjar pineal
  • Kelenjar timus
  • Kelenjar tiroid
  • Kelenjar adrenal
  • Pankreas
  • Testis
  • Indung telur

Kelenjar dan hormon

Masing-masing kelenjar tersebut akan menghasilkan hormon yang berbeda dan memengaruhi organ tubuh yang beda juga. Berikut adalah jenis hormon yang dihasilkan berdasarkan kelenjarnya masing-masing.

1. Kelenjar pituitari

Kelenjar pituitari berukuran sebesar kacang polong dan terletak di bagian bawah otak, di belakang jembatan hidung. Kelenjar ini memiliki sebutan “kelenjar master” karena mengendalikan beberapa kelenjar hormon lainnya, meliputi tiroid dan adrenal, indung telur dan testis.

Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari meliputi:

  • Hormon pertumbuhan (GH) untuk memengaruhi perkembangan dan produksi sel tubuh
  • Prolakti untuk menstimulasi produksi sus, memengaruhi perilaku, reproduksi dan sistem imun
  • Hormon penstimulasi folikel (FSH) untuk mengatur produksi sel telur pada wanita dan produksi sperma pada pria
  • Hormon luteinizing (LH) untuk mengatur siklus menstruasi, bekerja sama dengan hormon penstimulasi folikel (FSH) untuk memproduksi sperma.

2. Kelenjar pineal

Kelenjar ini terletak di dekat belakang tengkorak. Kelenjar pineal menghasilkan hormon melatonin yang mengatur jam biologis serta jadwal tidur. Hormon ini akan meningkat ketika lingkungan di sekitar Anda menggelap dan merangsang rasa kantuk, sehingga Anda akan tertidur di malam hari.

3. Pankreas

Pankreas menghasilkan hormon insulin, amilin dan glukagon yang mengatur kadar glukosa darah pada tubuh.

4. Testis

Organ ini menghasilkan hormon pria, seperti testosteron dan hormon lainnya, termasuk estrogen. Testosteron berperan untuk gairah seks, pembentukan massa tulang, berperan dalam produksi minyak pada kulit dan membuat pria memiliki ciri khas, seperti menumbuhkan rambut pada wajah dan memberatkan suara. Hormon ini juga berperan untuk perkembangan kelamin pria selama perkembangan janin untuk bayi laki-laki.

5. Indung telur

Indung telur atau ovarium menghasilkan estrogen untuk meregulasi reproduksi. Hormon ini juga bertanggung jawab untuk perkembangan payudara dan meningkatnya simpanan lemak pada wanita. Indung telur juga menghasilkan progesteron – “hormon kehamilan” yang mengendalikan siklus menstruasi serta perkembangan kehamilan.

Apa yang bisa menyebabkan hormon tidak seimbang?

Penyebab ketidakseimbangan hormon

  • Usia
  • Kelainan genetik
  • Kondisi medis tertentu
  • Paparan racun
  • Terganggunya jam biologis (ritme sirkadian)

Faktor di atas dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menghasilkan jumlah hormon yang diperlukan. Produksi hormon yang tidak tepat dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang serius.

Bagaimana mengatasi ketidakseimbangan hormon?

Pada pengobatan medis, untuk defisiensi hormon, dokter dapat menyarankan penggantian hormon sintesis, serta untuk kelebihan produksi hormon, pengobatan dapat digunakan untuk menahan efek hormon. Hal ini bisa mengganggu homeostasis¹ karena melakukan manipulasi terhadap kerja tubuh manusia. Konsep Karnus bekerja mengikuti algoritma kerja tubuh manusia yang sudah dibuat oleh Sang Maha Pencipta. Hormon terbuat dari protein dan lemak, dan tiap dan ada hormon tertentu yang hanya bisa dihasilkan dari bahan makanan tertentu. Karena itu Konsep Karnus menekankan perbaikan lambung dan pencernaan, sehingga tubuh bisa mendapatkan cukup nutrisi untuk mendapatkan hormon, dan juga makan makanan yang bervariasi sehingga bahan-bahan hormon bisa terpenuhi.

¹ Homeostasis adalah konsistensi dan uniformitas dari lingkungan internal tubuh yang mempertahankan fungsi normal tubuh


Dipublikasikan tanggal 18 Mar 2020 08:00, dilihat: 150 kali