[javascript protected email address]
Sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Lambung Sehat, Diabetes Sembuh?

Waktu baca ± 3 menit

Anatomi-Lambung

Diabetes erat kaitannya dengan Resistensi insulin, dan para ahli dunia mengatakan bahwa penyebab diabetes 98% disebabkan karena gangguan berupa Resistensi Insulin ini. Resistensi Insulin adalah menurunnya respon sel dalam menangkap sinyal insulin untuk melakukan pengambilan glukosa dari darah. Jika sel tidak melakukan pengambilan glukosa secara wajar maka glukosa di dalam darah akan menumpuk tinggi dan menyebabkan berbagai masalah. 

Mengapa Resistensi Insulin bisa terjadi? 

Reseptor insulin adalah perangkat sel yang berada pada membran sel yang berfungsi sebagai penangkap sinyal insulin saat gula darah tinggi. Sel dalam menangkap sinyal insulin reseptornya haruslah selalu sensitif (peka). Reseptor insulin pada sel bisa digambarkan seperti halnya tombol bel pintu yang masih baru yaitu dengan sedikit sentuhan pasti belnya segera bunyi (sangat peka), jika bel pintu ini mulai berkarat maka pasti bel pintunya pasti tidak akan peka lagi bahkan dipencet dengan tenaga sekuat apapun, bel pintunya tidak akan pernah berbunyi.

Tingkat sensitifitas (kepekaan) reseptor yang menurun adalah gambaran yang sama dengan tombol bel pintu yang di dalamnya sudah berkarat. Dalam Kajian Konsep karnus diduga penurunan sensitifitasnya terjadi karena reseptornya yang terhalang oleh lemak yang berlebihan yang berada di dalam sisem sirkulasi darah. 

Selama seseorang kondisi darahnya dipenuhi banyak kolesterol dalam darah yang berlebihan (lemak visceral) maka resptor insulinnya akan berpotensi tertutup oleh lemak,  yang selanjutnya  akan terganggu kepekaannya, kondisi ini berakibat insulin tidak bisa bekerja optimal yang selanjutnya jika awal mulanya gula darahnya normal, kemudian  terjadi hiperinsulinemia (jumlah insulin yang dikeluarkan menjadi berlebihan karena reseptornya mengalami penurunan kepekaan), lalu berkembang menjadi prediabetes (gula darah acak diatas 160 mg/dl) dan akhirnya menjadi diabetes (gula darah diatas 200 mg/dl) sekaligus muncul berbagai penyakit komplikasi.  

Kolesterol yang tinggi disebabkan oleh karena tubuh kekurangan enzym lipase, enzym yang bertugas memecah trigliserida menjadi asam lemak + gliserol agar asam lemak bisa ditarik masuk ke dalam sel. Jika Trigliserida dan kolesterol lainnya tidak bisa dipecah menjadi asam lemak + gliserol, maka trigliserida dan kolesterol ini gagal masuk ke dalam sel. 

Upaya mengurangi jumlah lemak (trigliserida dan kolesterol) di dalam darah terus dilakukan para ahli kesehatan dengan berbagai cara antara lain dengan melakukan diet & olahraga, pemberian obat antikolesterol, pembatasan makanan berkolesterol dll. sudah dilakukan namun yang terjadi justru penderitanya mengalami kekurangan gizi dan Resistensi insulinnya tetap tidak mengalami perbaikan. 

Konsep Karnus telah menemukan solusi yang tepat dalam mengontrol keberadaan kolesterol dan trigliserida di dalam darah. Perbaikan lambung dan pola makan dengan banyak asupan protein, makanan berserat terbukti ampuh dan efektif dalam mengontrol keberadaan kolesterol dan trigliserida di dalam darah.

Melalui peningkatan jumlah asam amino di dalam darah, asam amino ini selanjutnya akan diproses oleh tubuh menjadi berbagai hormon dan enzym, salah satunya adalah enzym lipase yang efektif dalam mengendalikan kolsterol dalam darah. Banyak bukti yang melaporkan bahwa orang-orang yang rutin menerapkan Konsep karnus akhirnya Kholesterolnya terkendali dan gangguan Resistensi Insulinnya bisa diturunkan tingkat keparahannya.  

Melalui konsep karnus ini akhirnya terbukti bahwa sumber masalah dari resistensi Insulin adalah gangguan lambung dan kelebihan asupan  makanan. Dengan Konsep Karnus diabetes sudah bisa disembuhkan. Konsep karnus bekerja sinergis  dengan pengobatan medis yang sifatnya sementara. Dari penerapan Konsep karnus ini  sudah banyak orang yang merasakan manfaatnya yaitu benar-benar  merasakan sembuh dari diabetes dan gangguan lainnya setelah dilakukan evaluasi dengan test uji laboratorium. 

Hubungan antara Rekonstrusi Lambung dan Kesembuhan Diabetes

Satu jenis nutrisi sel yang paling sulit dibentuk adalah asam amino. Untuk mendapatkan asam amino mutlak diperlukan asam lambung yang cukup. Fakta menunjukka bahwa jika kondisi lambungnya bermasalah (ada borok/ulkus) maka otomatis asam lambungnya tidak akan optimal, karena kondisi lambung akan merangsang sensor sakit ke otak, saat asam lambung bersentuhan dengan dinding lambung yang luka, yang selanjutnya sistem akan melakukan regulasi yaitu produksi asam lambung akan dikurangi (dihambat) untuk menurunkan tingkat nyerinya. 

Oleh karena itu sampai kapanpun, dengan obat apapun jika kondisi lambung masih  sakit maka mustahil asam lambung yang dihasilkan akan cukup (hipoacid), lalu dari sini proses pengolahan protein menjadi asam amino akan terkendala bahkan gagal total. 

Asam amino adalah unsur penting untuk pembentukan hormon dan enzym. Jika asam aminonya jumlahnya kurang maka otomatis hormon insulin dan enzym lipase jumlahnya akan sangat terbatas dan terjadilah resistensi insulin dan diabetes (silakan baca narasi tentang resistensi insulin).

Mengapa orang yang lambungnya berhasil direkonstruksi kemudian diabetesnya sembuh? Hal ini terjadi karena tidak ada luka pada dinding lambung lagi, lalu pada saat sistem pencernaan mengeluarkan asam lambung yang cukup tubuh sudah tidak mengirimkan sensor nyeri lagi karena memang organ lambungnya benar-benar sudah sembuh. Jika hal ini terjadi maka asam lambung yang dihasilkan akan normal kembali dan tidak terjadi kondisi hipoacid, dampaknya jika seseorang konsumsi banyak lauk yaitu makanan berprotein tinggi maka otomatis protein bisa diolah menjadi asam amino, tubuh akan kaya asam amino dan ketersediaan enzym lipase dan hormon insulinnya akan normal kembali. Dari sini maka gangguan berupa resistensi insulin dan diabetes bisa diselesaikan sesuai algoritme kesehatan tubuh manusia. 

Konsep Karnus melihat tubuh manusia sebagai suatu kesatuan yang utuh, sehingga penanganan yang dilakukan adalah penanganan dengan melihat sistem tubuh manusia secara keseluruhan. Bandingkan dengan banyak pengobatan masa kini, dengan herbal sekalipun, hanya melihat pada gejala penyakit, lalu berusaha menekan gejala tersebut tanpa memperhatikan dampaknya pada tubuh secara keseluruhan.

Produk Terkait

Testimoni

Diabetes, BAB
 
Diabetes, Kanker Usus
 

Dipublikasikan tanggal 01 Oct 2021 08:00, dilihat: 84 kali
 https://alga-rosan.com/p419