[javascript protected email address]
Sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Lemak Sintetis

Waktu baca ± 1 menit

lemak-trans

Di dalam kehidupan modern ini, hampir semua makanan dan minuman tidak bisa terlepas dari lemak sintetis seperti minyak nabati, mentega, krimer, dll.

Lemak sintetis atau lemak trans merupakan jenis lemak yang sebagian besar bersifat sintetis atau buatan. Lemak ini tercipta melalui proses industri, karena adanya proses hidrogenasi ke minyak sayur untuk membuat lemak ini menjadi lebih padat.

Penambahan hidrogen tersebut dilakukan, untuk membuat makanan dapat bertahan lebih lama. Selain itu, proses ini juga membuat makanan menjadi lebih lezat.

Di dalam tubuh, lemak akan digunakan sebagai berikut:

  1. Sebagai sumber energi sel melalui beta oksidasi
    Lemak yang diubah struktur rantai hidrokarbonnya akan sulit masuk ke proses ini.
  2. Diubah menjadi gula dan keton oleh liver pada saat glukoneogenesis.
    Pada proses ini lemak yang diubah tersebut masih memungkinkan, namun ada potensi lahirnya keton radikal yang bisa menyebabkan kanker.
  3. Diubah menjadi empedu
    Poin ini yang paling memungkinkan, karena hanya gugus karboksilat pada asam lemak yang digunakan.
  4. Sebagai bahan baku hormon
    Pada poin ini ada kekuatiran adanya peubahan pada hormon yang diproduksi apabila rantai lemaknya sudah diubah

Jadi, apabila dalam darah kita banyak lemak yang sudah diubah rantainya (krimer, hidrogenated fat, dll) maka usahakan mayoritas digunakan sebagai bahan baku empedu

Bagaimana caranya? Pastikan jangan pernah menetralkan lambung. Karena jumlah sekresi empedu disesuaikan seberapa asam kondisi lambung kita. Makin asam lambung kita maka semakin banyak empedu yang dikeluarkan. 

Asam lambung keluar mengikuti jumlah makanan yang masuk dan juga dipengaruhi oleh emosi kita. Pilih menu makanan sehat dan banyak protein, karena protein butuh asam lambung yang lebih banyak untuk memecah ikatan peptidanya.

Jumlah asam lambung yang ideal adalah sepadan dengan makanan yang kita makan dan juga dipengaruhi regulasinya oleh mood seseorang. 

Namun jika dinding lambung mengalami masalah, misalnya luka, iritasi dan sebagainya, jumlah asam lambung yang keluar akan dicegah oleh rasa perih ataupun mood yang negatif (stress dll). Jika hal ini terjadi sedangkan kita memaksakan harus makan,  biasanya muncul rasa mual dan pening di kepala. Suatu sinyal tubuh mengurangi sekresi asam lambung karena sistem pencernaannya tidak mendukung, yang pada akhirnya terjadi hipoaciditas dan makanan tidak tercerna dengan baik.

Dengan memperbaiki , merekonstruksi lambung maka ketimpangan sistem pencernaan bisa dikembalikan kembali normal.

Langkah yang lain adalah mengurangi sebisa mungkin makanan yang mengandung minyak sintetis tersebut


Dipublikasikan tanggal 24 Jun 2021 08:00, dilihat: 99 kali
 https://alga-rosan.com/p365