[javascript protected email address]
Sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Lemak Trans

Waktu baca ± 2 menit

lemak-trans

Lemak trans adalah salah satu jenis lemak tak jenuh yang umum ditemukan di alam namun bisa disintesis secara buatan. Hidrokarbon adalah atom karbon dengan atom hidrogen yang saling tersambung dengan ikatan tunggal maupun rangkap. Ikatan rangkap dapat berupa ikatan trans maupun cis. Dalam dunia tumbuhan dan hewan, asam lemak umumnya membentuk ikatan cis dan tidak jenuh. Dalam produksi makanan, lemak cis tak jenuh seperti minyak nabati merupakan input dari proses hidrogenasi untuk menciptakan lemak jenuh seluruhnya atau parsial yang mampu meleleh pada temperatur yang diinginkan, umumnya 30-40 °C. Lemak trans adalah zat pengotor yang muncul dari isomerisasi pada hidrogenasi parsial.

fat-trans-cis Lemak tak jenuh adalah molekul lemak yang mengandung ikatan ganda antara atom karbon. Karena karbon berikatan ganda, maka atom karbon yang terhubung dengan hidrogen lebih sedikit. Cis dan trans adalah istilah yang mengacu pada susunan dua kelompok substituen antara kedua ikatan. Pada susunan cis, kelompok substituen antara kedua ikatan pada sisi yang sama berikatan rangkap dua. Pada susunan trans kelompok substituen antara kedua ikatan pada sisi yang berlawanan berikatan rangkap dua. Ikatan rangkap tidak dapat dirotasi pada kondisi biasa, tetapi katalis seperti nickel mampu memecah ikatan rangkap dan ikatan tunggal yang tersisa dapat berotasi.

Perusahaan makanan suka menggunakan lemak trans karena mudah digunakan, murah, dan tahan lama. Lemak trans juga dapat meningkatkan tekstur dan citarasa makanan. Selain itu, lemak trans sering digunakan untuk menggoreng makanan karena minyak yang mengandung lemak trans dapat digunakan berulang kali.

Lemak trans meningkatkan “kolestrol jahat” alias LDL, dan meningkatkan kemungkinan Anda terkena penyakit jantung. Lemak trans juga menurunkan “kolesterol baik” alias HDL. Kadar kolestrol LDL yang tinggi dikombinasikan dengan kadar HDL yang rendah meningkatkan risiko penyakit jantung, penyebab utama kematian pada pria dan wanita, serta terkait dengan risiko tinggi terhadap diabetes tipe 2.

Bentuk lemak trans dari pabrik, yang dikenal sebagai minyak hidrogenasi parsial, ditemukan di berbagai produk makanan, seperti:

  • Makanan yang dipanggang. Kebanyakan kue, kue kering, kue pai, dan biskuit mengandung shortening, yang biasanya terbuat dari minyak sayur yang terhidrogenisasi secara parsial.
  • Camilan. Keripik kentang, jagung dan tortilla umumnya mengandung lemak trans. Walau popcorn dapat menjadi camilan sehat, banyak jenis popcorn kemasan yang menggunakan lemak trans untuk memasak atau memberi rasa pada popcorn.
  • Makanan gorengan. Makanan yang memerlukan teknik deep frying – kentang goreng, donat dan ayam goreng – dapat mengandung lemak trans yang digunakan saat proses memasak. Usahakan tidak menggunakan minyak goreng yang sama berkali-kali untuk menggoreng. Penggunaan minyak goreng yang sama berkali-kali akan mengakibatkan makanan tersebut mengandung lemak trans.
  • Adonan yang didinginkan. Frosting yang siap saji juga merupakan sumber dari lemak trans. Produk seperti biskuit kalengan dan cinnamon rolls sering kali mengandung lemak trans, serta roti pizza beku.
  • Krimer dan margarin. Krimer kopi dan margarin juga dapat mengandung minyak sayur yang terhidrogenasi parsial.
  • Es Krim. Lezatnya es krim tentu akan menggoda lidah setiap orang. Namun, es krim ternyata memiliki kandungan lemak trans mencapai 0,5 gram per porsi.
  • Aneka jenis makanan panggang yang dibekukan. Banyak sekali ditemukan berbagai makanan yang melalui proses pemanggangan yang kemudian dibekukan agar lebih tahan lama. Makanan tersebut juga memiliki kandungan lemak trans yang berbahaya bagi tubuh.
  • Aneka biskuit. Jenis makanan yang berbentuk biskuit memiliki sejumlah kandungan lemak trans didalamnya. Namun, tidak semua produk makanan termasuk biskuit mengandung lemak trans, maka dari itulah baca dengan cermat label dalam kemasannya.

Sejumlah kecil dari lemak trans sering kali muncul secara alami pada beberapa produk daging dan susu, termasuk daging sapi, domba, dan butterfat. Belum ditemukan penelitian yang cukup untuk menentukan apakah lemak trans alami ini memiliki efek yang sama buruknya dengan lemak trans yang diolah pabrik.


Dipublikasikan tanggal 04 Apr 2020 08:00, dilihat: 163 kali