[javascript protected email address]
Sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Manfaat Bekatul

Waktu baca ± 1 menit

bekatul

Bekatul (rice bran) mungkin saat ini hanya dianggap sebagai produk  sampingan dari pengolahan padi. Bekatul umumnya digunakan sebagai pakan ternak, padahal sebenarnya bekatul memiliki potensi besar sebagai pangan fungsional karena kandungan gizinya yang kaya.

Kandungan Gizi Bekatul

Bekatul mengandung komponen bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Komponen bioaktif tersebut adalah tokoferol (vitamin E), tokotrienol, oryzanol, senyawa fenolik, dan antosianin yang terdapat pada bekatul beras merah dan beras hitam. Tokoferol (vitamin E) berperan sebagai antioksidan dengan mencegah kerusakan dinding sel sehingga mampu mencegah hemolisis (kerapuhan) sel darah merah. Oryzanol merupakan fraksi tidak tersabunkan dari minyak bekatul yang dapat membantu sirkulasi darah dan memicu sekresi hormon.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa bekatul memiliki kualitas atau nutrisi yang baik seperti lemak, protein, serat, vitamin, mineral dan komponen bioaktif (antioksidan). Komponen kimia bekatul terdiri dari:

(Luh, 1980).

Manfaat Bekatul

Fraksi minyak bekatul (rice bran oil) mempunyai manfaat yang sangat baik bagi kesehatan, diantaranya : antioksidan, penurunan kolesterol dalam darah, hiperlipidaemia, penurunan LDL (low density lipoprotein) tanpa penurunan HDL (high density lipoprotein), pencegahan penyakit kardiovaskular, kanker, serta menghambat waktu menopause.

Selain mampu menurunkan lipida darah dan meningkatkan HDL, bekatul juga dapat menurunkan tingkat glukosa darah pada pasien diabetes tipe II. Oleh karena itu, baik bekatul maupun minyak bekatul dapat dimanfaatkan sebagai suplemen pangan untuk meningkatkan kualitas kesehatan manusia.

Devi dan Arumughan (2006) menemukan adanya kandungan senyawa fenolik pada fraksi non lemak bekatul (defatted rice bran) yang diekstrak dengan metanol. Hodzic et al. (2009) mengatakan bahwa pada serealia, senyawa fenolik terutama terdapat pada bagian perikarp. Senyawa fenolik memiliki sifat-sifat biologis seperti : antioksidan, antiapoptosis, anti penuaan, antikarsinogen, antiinflamasi, antiatheroskerosis, proteksi kardiovaskuler, perbaikan fungsi endotelium, menghambat angiogenesis dan aktivitas proliferasi sel.

Bekatul Harus Distabilisasikan

Kandungan lemak yang relatif tinggi menyebabkan bekatul mudah rusak, kurang tahan lama, cepat berbau dan menjadi tengik. Bekatul yang kaya akan zat gizi mudah mengalami kerusakan, karena semakin tinggi kandungan zat gizi suatu bahan pangan, maka akan semakin mudah mengalami kerusakan akibat mikroba maupun enzimatis (Buckle et al., 1987). Ketidakstabilan bekatul terjadi akibat lipase yang menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak bebas dioksidasi oleh enzim lipoksigenase menjadi bentuk peroksida, keton dan aldehid, sehingga bekatul menjadi tengik.

Stabilisasi bekatul dilakukan untuk menginaktifkan aktivitas lipase dan lipoksigenase karena bekatul mengandung enzim yang masih aktif, meningkatkan efisiensi ekstraksi minyak, dan mensterilkan bekatul. Lembaga dan lapisan terluar dari kariopsis memiliki aktivitas enzim yang tinggi. Beberapa enzim yang ada meliputi αamilase, β-amilase, asam askorbat oksidase, katalase, sitokrom oksidase, dehidrogenase, 3 deoksiribonuklease, esterase, flavin oksidase, α- dan β-glikosidase, invertase, lecitinase, lipase, lipoksigenase, pektinase, peroksidase, fosfatase, phytase, proteinase, dan suksinat dehidrogenase.

Bekatul dalam Produk Alga Gold (AG)

Bekatul merupakan salah satu bahan utama dari Produk Alga Gold. Bekatul dalam Alga Gold tersebut tentu saja sudah di stabilkan sehingga terhindar dari ketengikan. Produk tersebut sudah terbukti efektif dapat digunakan untuk membantu terapi pengobatan berbagai penyakit Degeneratif. Banyak masyarakat yang sudah merasakan manfaat dari produk Alga Gold, yang dibuktikan dengan banyaknya klaim kesembuhan dari para penggunanya, seperti yang terdapat dalam artikel testimoni berikut.

Produk Terkait

Testimoni

Diabetes Gestasional
Ine Irawati (36)
 
Diabetes
KH Thoha Yusuf Zakaria, Jakarta
 

Dipublikasikan tanggal 25 Jun 2021 08:00, dilihat: 92 kali
 https://alga-rosan.com/p366