[javascript protected email address]
Sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Menopause Dini

Waktu baca ± 5 menit

menopause-dini

Menopause adalah fenomena berhentinya produksi hormon reproduksi perempuan sehingga menyebabkan seorang perempuan tidak lagi mengalami siklus menstruasi. Pada umumnya, menopause terjadi saat usia 45 hingga 55 tahun. Seorang perempuan dikatakan mengalami menopause dini apabila menopause sudah terjadi di bawah usia 40 tahun. Banyak yang berpendapat bahwa menopause dini disebabkan oleh kegagalan ovarium dini, namun nyatanya tidak demikian. Meskipun memiliki gejala dan efek sama, menopause dini tidak dapat disembuhkan karena ovarium sudah berhenti menghasilkan hormon secara normal. Sedangkan kegagalan ovarium dini disebabkan oleh defisiensi hormon dan dapat diatasi dengan terapi hormon estrogen.

Efek menopause dini

Meskipun terjadi lebih awal, menopause dini tetap memiliki efek yang sama seperti menopause pada usia lanjut. Hal ini dikarenakan perubahan hormon estrogen, hanya saja pada menopause dini sudah terjadi saat usia yang lebih muda. Berikut beberapa efek yang menopause dini:

  • Gangguan emosi seperti perubahan mood dan depresi
  • Kulit, mata, dan mulut terasa kering
  • Vagina terasa lebih tipis dan kurang fleksibel
  • Menurunnya libido
  • Tubuh sering merasa panas dan berkeringat
  • Mudah lelah
  • Tulang keropos
  • Tidak dapat memiliki keturunan
  • Lebih rentan terhadap penyakit jantung dan stroke
  • Lebih rentan terhadap kanker usus dan ovarium
  • Lebih rentan terhadap penyakit gusi dan gigi

Penyebab

Stres dan Depresi

Banyak ahli yang mengatakan kalau stres dan depresi tak hanya memengaruhi kesehatan mental saja. Menurut ahli seperti dikutip Indiatimes, stres dan depresi juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan menopause. Bahkan, depresi yang amat signifikan ini bisa membuat menopause datang lebih awal.

Penyakit dan Obat-obatan

Kedua hal ini juga bisa menjadi faktor penyebab menopause dini. Misalnya, efek samping obat-obatan, penyakit kronis, atau tumor pada kelenjar hipofisis (pituitari). HIV/AIDS, kelainan kromosom, sindrom kelelahan kronis, dan penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, juga bisa menyebabkan menopause dini.

Makanan yang Terpapar Zat Kimia

Beberapa zat kimia juga bisa menjadi faktor penyebab menopause dini. Misalnya, potensi menopause dini diindikasi dialami oleh perempuan yang terpapar makanan yang mengandung pestisida. Racun yang terkandung dalam makanan itu bisa membuat tubuh perempuan mengalami perubahan hormon.

Pengangkatan Ovarium

Operasi pengangkatan ovarium atau oophorectomy, juga bisa memicu datangnya menopause lebih awal. Menurut para pakar, wanita yang menjalani tindakan medis ini akan mengalami penurunan hormon yang amat cepat dan mengalami gejala menopause. Contohnya, kehilangan libido.

Indeks Massa Tubuh

Hormon estrogen (yang berkaitan erat dengan menopause) banyak disimpan di dalam jaringan lemak tubuh. Nah, wanita yang terlalu kurus tentunya memiliki lemak tubuh yang sedikit. Alhasil, hormon estrogen yang tersimpan di dalam tubuh berjumlah sedikit. Hal inilah yang akhirnya akan memengaruhi fungsi indung telur dan sistem reproduksi.

Merokok

Merokok memang bisa menyebabkan banyak rentetan masalah pada tubuh. Para ahli dari Imperial College menemukan, adanya kaitan antara merokok dengan menopause dini. Ahli di lain tempat juga mengatakan, bahwa wanita perokok bisa lebih cepat mengalami menopause 1-2 tahun dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok.

Pengobatan Kanker

Pengobatan kanker seperti kemoterapi atau terapi radiasi panggul juga termasuk sebagai faktor penyebab menopause dini. Efek samping yang ditimbulkan kemoterapi ini bisa menimbulkan kerusakan pada ovarium dan menyebabkan ovarium berhenti bekerja.

Melewati Menopause Tanpa Cemas

Meski tak ada yang tahu pasti kapan masa menopause akan datang, kamu semestinya bisa mengelola datangnya masa itu dengan baik. Tujuannya jelas, agar kualitas hidup kamu tetap terjaga kedepannya. Lalu, bagaimana cara menghadapi menopause agar masa tersebut berjalan dengan mulus?

Atur Emosi

Selain fisik, masa menopause juga bisa menimbulkan perubahan pada psikis seseorang. Untuk mengatasi masalah tersebut, ahli dari Jean Hailes for Women's Health, sebuah organisasi kesehatan perempuan di Australia, punya saran yang bisa diikuti. Semakin baik pengaturan emosi, maka gejala psikologis dan fisik menopause akan lebih mudah diatasi. Pengaturan emosi untuk menghadapi menopause ini berguna untuk melawan perasaan kehilangan terkait kecantikan, usia, atau fungsi reproduksi.

Menurut ahli, wanita sebaiknya tidak hanya berpikir kalau perannya sebagai ibu dan istri tidak hanya sebatas masalah reproduksi saja. Meski masuk masa menopause, tetap bisa mengasuh anak dan suami, serta melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan bersama keluarga. Menurut ahli, masa menopause seharusnya dipahami sebagai transisi untuk menuju kondisi kesehatan yang lebih baik.

Gaya Hidup Positif, Rutin Berolahraga

Memilih pola makan yang tepat, memelihara kondisi spiritual, menjaga waktu istirahat, dan rajin berolahraga adalah contoh konkret dari gaya hidup positif. Olahraga akan meningkatkan kualitas sirkulasi darah, sistem pernapasan, sistem limfatik, dan kesegaran dari organ tubuh. Hal inilah yang membuat wanita siap menghadapi menopause dan mampu menjauhkan gangguan fisik dan mental, yang sering timbul ketika datangnya masa menopause.

Namun, dalam memilih jenis olahraga perlu kecermatan. Sebab masa menopause juga  membuat kualitas kepadatan tulang menurun. Cobalah olahraga low impact, yang terkonsentrasi pada peningkatkan kualitas pernapasan, sirkulasi darah, dan kekuatan tulang.

Analisis Konsep Karnus

Menopause dini banyak berkaitan dengan kondisi hormon yang tidak seimbang, dan/atau kondisi adanya pencetus sel abnormal dalam tubuh wanita, biasanya karena pemakaian kosmetik yang tidak aman. Kosmetik yang tidak bersertifikasi aman banyak yang mengandung logam berat sehingga membahayakan tubuh. Keadaan lingkungan yang banyak polusi seperti di perkotaan juga ikut andil dalam menambah faktor resiko kanker. 

Pengobatan dengan Alga Series

Alga Gold Cereal berfungsi untuk memperbaiki fungsi lambung. Dengan lambung yang sehat, maka akan cukup nutrisi dari makanan untuk memproduksi hormon-hormon yang kurang. Tentunya hal ini juga diiringi dengan makanan yang cukup jumlah dan variasinya (lihat penerapan Konsep Karnus). Sedangkan Alga Tea akan menangkap pencetus sel abnormal, sehingga pertumbuhannya terhenti dan akan dibunuh oleh sel darah putih secara alami. Tambahan Kolagen dari Alga Kirei juga diperlukan untuk mencegah resiko osteoporosis. Sudah ada beberapa testimoni berkaitan dengan haid tidak lancar dan menopause dini, setelah mengkonsumsi Alga Series selama beberapa lama, haid kembali lancar, dan yang sudah menopause kembali bisa haid.

Pengobatan Takaran perhari
Alga Gold 1 saset 2x
Alga Tea 1 saset 2x
Alga Kirei 1 saset 1x
Pencegahan Takaran perhari
Alga Gold ½ - 1 saset 1x
Alga Tea ½ - 1 saset 1x
Alga Kirei ½ - 1 saset 1x

 

Produk Terkait

Testimoni

Menopause
Catur Widiastutik
 

Dipublikasikan tanggal 08 May 2020 08:00, dilihat: 183 kali