[javascript protected email address]
Sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Mie Instan Berakibat Buruk

Waktu baca ± 4 menit

mie-instan

Hai, gw mau berbagi sedikit pengalaman yang mungkin dianggap sepele bagi semua orang, tapi akan berujung serius ke depannya. Ini gw buat atas permintaan murid gw yang khawatir dan sayang sama teman-temannya. So, please bear with me and all of my story, yes?

Alkisah sekitar 13-14 tahun yang lalu, ketika gw masih berstatus sebagai Mahasiswa di suatu universitas terkenal di Jakarta dan memulai kehidupan sebagai Mahasiswa dan juga kehidupan baru di tempat kost yang dimana semua kebutuhan sehari-hari baik makan minum dan segalanya harus kita upayakan sendiri. Gak ada ocehan orang tua yang harus kita dengar, gak ada yang melarang kita, pokoknya bebas. Nah di sini pula yang menjadi kesalahan fatal buat gw dan membuat gw menyesal sampai sekarang.

Kebetulan tempat kost gw semua nya ada dapur dan kamar gw selalu dekat sama dapur, jadi mudah untuk masak. Nah dimulailah yang namanya bencana buat gw ke depannya. Apakah itu? Namanya makan mie instant secara over atau berlebihan.

Siapa sih yang tidak suka sama mie instant? Semua orang hampir pasti suka dengan yang namanya mie instant baik dari kalangan anak kecil sampai orang dewasa. Mie instant rasa kari/ayam bawang/soto di mangkuk yang masih mengepul dengan harum yang bikin perut kerocongan, tambah telur rebus, sayur sawi hijau, sosis/kornet dengan sambal pedas dan kondisi di luar hujan dingin, mantab djiwa kalau dibayangkan. Dan terkadang pula satu mangkuk itu nggak cukup, perlu dua bungkus dan mungkin ada yang butuh sampai tiga bungkus atau empat bungkus baru bisa bilang "Kenyang". Dan tidak jarang juga ada yang makan mie instant ini setiap hari karena dengan alasan "hemat" dan juga "nikmat". Gw dulu adalah golongan yang mengusung tema "hemat" dan makan mie instant secara berlebihan.

Dalam waktu seminggu, gw bisa menghabiskan setengah kardus mie instant baik itu kuah atau goreng, bahkan rekor yang pernah gw alami adalah tiga kardus dalam waktu tiga minggu. Mungkin sampai sini ada yang mau bilang "Ya itu kan sewaktu lu kuliah bro, masih kuat karena masih muda.". Ntar dulu cuy, gw belum bilang efek selanjutnya yang juga kadang menjadi kebiasaan jelek kita semua. Apakah itu?

Namanya adalah Menunda Makan Ketika Perut Sudah Lapar. Banyak di antara kita yang begitu dengan alasan "Tanggung" dan ini paling sering gw lakukan sewaktu gw kuliah juga, terutama sewaktu belajar, kerjain PR, bangun tidur dimana gw buka hp liat socmed dulu atau bantu temen di organisasi kampus. Mungkin kalian sedang asyik dan merasa tanggung, tapi bagi asam lambung dan tubuh kalian, tidak ada kata "tanggung" tersebut. Asam lambung akan tetap bekerja dan tubuh kalian harus diisi oleh makanan biarpun itu hanya biskuit crackers roma tanpa gula untuk menenangkan asam lambung tersebut. Dan kebiasaan ini, gw bawa sampai ke masa kerja dimana memiliki efek berlanjut ke masa sekarang.

Oh iya, mungkin di antara kalian ada yang sudah makan dan sedang membaca post gw sambil tiduran? Gw harap kalian segera duduk entah bersandar atau bagaimana pun caranya buat tubuh lu tegak sebelum lu bernasib sama seperti gw. Dulu gw paling sering sehabis ngemil yang namanya mie instant atau apapun itu langsung tidur begitu ngantuk, apalagi kalau begadang. Dan tidak jarang juga gw tiduran entah itu sambil baca atau main game dengan kondisi perut gw penuh. Hasilnya? Bisa kalian lihat di bawah.

Foto Gastroskopi di bawah adalah bentuk segala kebodohan dan kesalahan yang gw alami semua kejelekan dan hal buruk yang gw lakukan dulu. Gw sempat juga mengalami muntah darah atau istilah keren nya Blood Vomit (WARNING bukan seperti yang dipakai buat meme, tapi beneran blood vomit) karena darah dari kerongkongan turun ke lambung gw dan lambung tidak bisa mencerna sama sekali karena darah turun terus.

gastroskopi

Ya, kalian ga salah dengar kok. Pernah melihat adegan film silat yang muntah darah? Atau adegan anime dimana chara nya muntah darah dalam jumlah banyak? Itu yang terjadi sama gw sewaktu mau berangkat ke rumah sakit. Dan tidak hanya itu guys, gw juga merasa lambung sm kerongkongan gw panas seperti terbakar (bukan karena black magic atau gw mau bermutasi jadi mutant ye, memang gejalanya ada heatburn kata dokter). Dan di perjalanan ke rumah sakit, gw kembali Blood Vomit sampai ga sadarkan diri. Yang gw ingat, si bapak driver mobil nya sampai tancap gas takut gw kenapa-kenapa (makasih banyak ya pak).

Di rumah sakit, gw dirujuk buat Gastroskopi karena dokter takut terjadi sesuatu sama lambung gw. Skip setelah masuk ruang Gastroskopi dan dibius, setelah sadar, dokter bilang ternyata kerongkongan gw luka dan lecet atau lebih sering dikenal dengan nama Radang Kerongkongan DAN tingkatnya udah mulai parah. Karena sewaktu selang masuk pun, gw yang udah dibius secara reflek melawan. Dokter Gastroskopi pun bilang ke nyokap sm dokter yang menangani gw supaya tidak melanjutkan Gastroskopi lagi karena dinding kerongkongan gw sekali tergesek sama selangnya langsung lecet alias berdarah. Sewaktu gw sadar, gw diminta cerita kebiasaan makan gw bagaimana, jadi ya gw ceritakan dah sampai detail dan berujung kena omel sama dokter yang menangani gw. Dokter yang menangani gw marah besar begitu tahu gw sering makan mie instant secara over, telat makan, habis makan tiduran dan sebagainya. (gw bakal ceritain di bawah ada apa aja)

TL;DR dokter vonis gw untuk tidak makan mie instant seumur hidup dan lu ga salah baca. SEUMUR HIDUP. Lalu bagaimana dengan kebiasaan gw yang lain?

Berikut kebiasaan jelek gw yang lain beserta vonis nya.

  • Gw suka minum minuman bersoda bahkan 1 liter itu bisa habis sehari.
    Vonis: dilarang SEUMUR HIDUP.
  • Gw suka makanan pedas dan asam seperti sambal, makanan korea spt kimchi, tteokbokki, dsb.
    Vonis: Dilarang makan selama SATU TAHUN, kalau bisa SELAMANYA
  • Gw suka minum kopi, entah itu kopi hitam atau instant, atau kopi dari franchise yang kekinian.
    Vonis: Dilarang selama SATU TAHUN
  • Gw suka ngemil yang namanya keripik baik itu chiki atau sejenisnya.
    Vonis: Dilarang makan minimal SETENGAH TAHUN, max SATU TAHUN dan kalau bisa TIDAK BOLEH SERING.
  • Gw suka tiduran sehabis makan
    Vonis: dilarang tiduran sehabis makan. Harus duduk atau berdiri min 30 menit, dan kalau bisa 2-3 jam. Hal ini dikarenakan asam lambung akan surut mencerna makanan di lambung dalam waktu 2 jam (untuk non daging) atau 3 jam (untuk daging).
  • Gw suka menyantap makanan atau minuman panas.
    Kebiasaan ini disanggah sama dokter, bukan panas, tapi hangat. Karena panas dari minuman atau makanan tersebut akan melukai dinding lambung atau kerongkongan.

Apa resiko nya kalau gw langgar? Dari dokter yang menangani gw, beliau bilang kalau gw sudah bosan sama hidup gw, boleh diteruskan kebiasaan jelek gw itu untuk mendapatkan yang namanya kanker kerongkongan atau lambung.

Apakah anak muda bisa kena seperti gw?

Dokter yang menangani gw bilang "YA, bisa" jika terus melakukan kebiasaan seperti konsumsi mie instant secara berlebihan atau melakukan kebiasaan yang gw sebut di atas secara berlebihan. Dan gejala tersebut akan muncul sekitar 5 sampai 10 tahun mendatang tergantung kondisi tubuh dan kesehatan orang yang bersangkutan.

EDIT:

Dari temen gw Raina Sunggiardi yg juga mengalami hal yang sama, ada satu lagi kebiasaan jelek yg bisa trigger kyk gini. STRESS. Jangan disepelekan kalau stress ya.

EDIT 2:

Ada yang bertanya apakah ada asupan gizi lain selain indomie?

Di masa gw kost, gw masih sempat menyantap sayur dan daging juga. Bahkan ketika gw sudah ngga kost pun, gw masih menyesuaikan yang namanya asupan gizi yang gw konsumsi. Jadi ngga pure mie instant saja yang gw konsumsi.

=============================================

Di masa rawan Covid-19 ini, kita memang agak takut untuk keluar rumah, tapi tolong jangan dijadikan alasan untuk konsumsi mie instant secara berlebih.

Mie Instant memang enak, tapi sangat tidak enak ketika lu di vonis tidak boleh makan mie instant selama nya. Lebih baik kita menjaga kesehatan terutama pencernaan, karena ketika organ pencernaan rusak, mereka tidak bisa diganti seperti onderdil kendaraan bermotor.

Stay Safe, Keep Healthy.

See you..

Tomy Sutanto.

Sumber: FB Tomy Sutanto

Pelajaran yang bisa dipetik dari kisah di atas, akibat pola makan dan gaya hidup sewaktu mudah, akibatnya baru terasa bertahun-tahun kemudian. Kabar baiknya, walaupun sudah divonis dokter, maag dan gerd bisa disembuhkan dengan menerapkan Konsep Karnus.

Produk Terkait

Testimoni

Maag
Solekhan (49), Gresik
 
Maag
Tutik Wahyuni (59), Sidoarjo
 

Dipublikasikan tanggal 07 Jul 2020 08:00, dilihat: 94 kali