[javascript protected email address]
Sembuh dan sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Minuman Boba

Waktu baca ± 1 menit

minuman-boba

Minuman boba memang nikmat dan menyegarkan. Tapi ingat, ada banyak efek buruk yang mengintai kita kalau terlalu banyak mengkonsumsi minuman ini. Efek buruk apa saja yang mengintai kita jika terlalu sering minum minuman boba? Berikut beberapa efek buruk terlalu banyak mengkonsumsi minuman boba bagi kesehatan tubuh!

Kelebihan kalori

Minuman boba punya ciri khas pada bola-bola kenyal yang ada pada minuman tersebut. Bola-bola itu terbuat dari tepung tapioka yang mengandung tinggi karbohidrat. Boba itu rata-rata mengandung 160 kalori tiap gelasnya dan berisiko bertambah tiga kali lipat setelah ditambahkan dengan teh dan bahan-bahan lainnya.

Nah, kalau kamu terlalu banyak mengkonsumsi minuman boba, maka tubuh berisiko kelebihan kalori yang efeknya bisa menyebabkan kegemukan.

Kelebihan lemak trans

Minuman boba diketahui mengandung banyak lemak trans. Apa itu lemak trans? Lemak ini terkandung dalam suatu hidangan yang sudah melewati proses industri dan tujuannya untuk membantu meningkatkan rasa serta tekstur pada sajian tersebut. Terlalu banyak lemak trans pada tubuh berisiko mengakibatkan kolesterol tinggi, turunnya daya ingat, dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Kelebihan kadar gula

Kadar gula dalam minuman boba tergolong tinggi untuk ukuran gelas minuman berbahan utama teh, karena umumnya dalam segelas minuman boba mengandung 34 gram gula. Sedangkan WHO, Organisasi Kesehatan Dunia, menganjurkan semua orang untuk hanya mengonsumsi 50 gram gula setiap harinya. Itu artinya, cuma dengan segelas bubble tea sudah mencukupi lebih dari setengah kebutuhan gula per hari

Anda pasti sudah banyak yang tahu resiko jika terlalu banyak gula dalam tubuh bukan? Benar, bisa memicu penyakit diabetes.

Berisiko memicu kanker

Satu lagi efek buruk jika kita terlalu banyak mengkonsumsi minuman boba, yaitu terkena kanker. Pada tahun 2012 lalu, para ahli yang berasal Jerman, tepatnya di University Hospital Aachen, menemukan jejak bifenil aspoliklorinasi atau PCB dalam sampel bola tapioka (boba). Zat ini diketahui berbahaya karena bisa memicu kanker dan efek buruk lain untuk kesehatan, seperti turunnya daya tahan, masalah pada reproduksi, dan kesehatan saraf.

Itulah efek terlalu sering mengonsumsi minuman boba bagi kesehatan. Walaupun begitu, kita tetap boleh kok mengkonsumsi minuman boba, asalkan jangan terlalu sering dan diimbangi dengan gaya hidup sehat, seperti rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan bernutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh.

Apakah Anda dahulu sering minum-minuman yang tidak sehat, dan sekarang ingin hidup sehat? Bagaimana dengan efek dari gaya hidup & pola makan yang terdahulu? Sekarang ada Alga Tea yang akan mengikat unsur-unsur pencetus kanker di tubuh Anda, sehingga tidak berkembang menjadi kanker.


Dipublikasikan tanggal 05 Apr 2020 08:00, dilihat: 116 kali