[javascript protected email address]
Sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Obat Dewa

Waktu baca ± 4 menit

obat-pil-kapsul

Dalam dunia kesehatan dan pengobatan, sering sekali kita menyebut obat kortikosteroid sebagai obat dewa atau obat segala penyakit. Karena dalam satu obat dapat menyembuhkan beberapa penyakit sekaligus. Tak ayal banyak masyarakat yang sering mengkonsumsinya sehingga ia mendapat award Obat Dewa.

Golongan obat ini disebut-sebut sebagai obat dewa karena khasiatnya yang mampu meredakan banyak gejala karena memiliki efek antiradang yang kuat. Saking bagusnya, obat ini dapat disalahgunakan oleh penjual jamu, herbal, atau dukun yang tidak bertanggungjawab. Mereka diam-diam mencampurkan obat ini dalam racikan yang dibuat.

Biarpun obat ini bersifat meredakan banyak gejala, tidak mengatasi penyebab utama penyakitnya. Dengan kata lain, bila obat ini dihentikan, kemungkinan gejala akan muncul kembali, sehingga obat ini akan kembali digunakan hingga dalam jangka panjang. Masalahnya, penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang dengan dosis yang tidak dikendalikan dengan benar dapat menimbulkan sejumlah efek samping yang merugikan.

Contoh obat yang banyak dikenal misalnya deksametason, prednison, metilprednisolon, clobetasol, hidrokortison, triamsinolon, dan betametason.

Mengenal Steroid

Obat golongan steroid tekenal dengan sebutan obat anti radang, karena obat jenis ini mempunyai efek yang sangat baik dalam mengatasi radang, apapun penyebab radangnya dan di manapun lokasinya. Beberapa penyakit peradangan yang kerap diobati dengan steroid adalah asma, radang rematik, radang usus, radang ginjal, radang mata, dll. Selain itu, obat ini juga digunakan pada penyakit gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti berbagai jenis alergi, dan lupus.

Dengan sifatnya yang menurunkan sistem kekebalan, steroid juga dapat digunakan untuk pasien yang baru menjalani transplantasi organ tubuh. Untuk mencegah reaksi penolakan tubuh terhadap organ yang dicangkokkan. Obat ini bahkan digunakan juga pada pasien kanker, yaitu untuk mencegah mual dan muntah akibat kemoterapi. Juga pada terapi kanker itu sendiri, sebagai terapi pendukung kemoterapi. Steroid juga digunakan untuk ibu hamil yang memiliki resiko melahirkan prematur. Yaitu untuk mematangkan paru-paru janin, sehingga jika harus lahir prematur, paru-paru bayi sudah cukup kuat dan bekerja dengan baik.

Obat ini bisa diperoleh dalam bentuk tablet untuk di minum, dihirup sebagai inhalasi maupun disuntikkan lewat pembuluh darah.

Begitu banyaknya penggunaan steroid, sempat menjadi primadona dunia kedokteran pada saat awalnya. Keefektifannya dalam membantu penyembuhan beberapa macam penyakit membuat namanya kian melambung. Efek yang diberikan oleh obat ini sangat mengejutkan dan dramatis. Bahkan saking terkesannya, para pasien dan para penggiat dunia medis menyebutnya obat dewa.

Namun seiring dengan kegunaannya yang sakti, lambat laun orang mulai menemukan beberapa akibat buruk atau tenar disebut efek samping dari penggunaan jenis obat ini. Tidak tanggungtanggung jika digunakan dalam jangka waktu yang lama atau tidak dengan resep dokter, obat ini malah akan membawa pengkonsumsi obat ke dalam kondisi kesehatan yang lebih runyam. Bahkan disinyalir steroid lah yang mengakibatkan beberapa penyakit justru timbul setelah rutin menggunakan obat ini. Tetapi dalam beberapa kasus, steroid merupakan satu-satunya pilihan obat terbaik, sehingga mau tidak mau harus digunakan.

Efek Kortikosteroid

Efek samping yang ditimbulkan sangatlah luas, karena itu penggunaan obat kortikosteroid perlu dipertimbangkan dengan baik. Bahkan, penggunaan yang dilakukan jangka panjang akan menimbulkan efek samping yang membahayakan dan fatal. Efek samping yang ditimbulkan akan tergantung dari penggunaannya.

Kortikosteroid Sistemik

Kortikosteroid sistemik, yaitu obat kortikosteroid yang dikonsumsi secara oral atau disuntikkan ke dalam pembuluh darah. Jika berlebihan, efek samping yang ditimbulkan meliputi hipertensi, diabetes, tukak lambung, pendarahan pada saluran pencernaan, gangguan emosi, peningkatan nafsu makan, insomnia, kelemahan otot, serta mudah terkena infeksi.

Kortikosteroid Lokal

Kortikosteroid lokal, yaitu obat kortikosteroid yang dapat diberikan dengan salep, injeksi, atau inhalasi. Efek sampingnya pun akan berbeda-beda yang tergantung pemakaiannya. Pada kortikosteroid salep, efek samping dapat berupa penipisan kulit, warna kulit yang pucat, memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami infeksi kulit, serta terhambatnya penyembuhan luka.

Sedangkan efek samping pada kortikosteroid injeksi meliputi infeksi, penipisan jaringan kulit, pembengkakan pada otot atau sendi yang disuntik, serta mengalami kelemahan otot. Sementara pada kortikosteroid inhalasi akan terjadi efek samping, seperti sariawan pada mulut atau tenggorokan, suara serak, kesulitan berbicara, adanya jamur pada rongga mulut, serta batuk-batuk.

Pada kasus yang lebih parah, penggunaan kortikosteroid yang berlebihan akan menyebabkan terjadinya sindrom Cushing, yaitu sekumpulan gejala yang muncul akibat tingginya kadar hormon kortisol dalam tubuh. Pada kondisi ini, gejala meliputi hipertensi, obesitas, mudah lelah, mengalami pembengkakan pada area tubuh tertentu, adanya penumpukan lemah di wajah, gangguan menstruasi, serta tumbuhnya rambut di tempat yang tidak seharusnya pada wanita.

Bagaimana efek samping tersebut muncul?

Kortikosteroid adalah sekelompok hormon yang sebetulnya secara alamiah dihasilkan oleh tubuh manusia, melalui kelenjar adrenal. Zat ini berperan dalam pengaturan gula darah, protein dan lemak, sistem pertahanan tubuh, serta pembentukan tulang. Tubuh manusia dapat mengatur agar menghasilkan kortikosteroid dalam jumlah yang pas, tidak kurang dan tidak berlebihan.

Berdasarkan informasi tersebut, maka kita dapat dengan mudah membayangkan efek samping minum obat kortikosteroid secara berlebihan, yaitu peningkatan gula darah, hipertensi, sistem pertahanan tubuh yang melemah, obesitas sentral, katarak, hingga osteporosis.

Efek samping yang berbahaya adalah penurunan fungsi kelenjar adrenal. Kelainan ini terjadi akibat penggunaan kortikosteroid jangka panjang dengan dosis tidak terkontrol. Hal ini menyebabkan tubuh manusia menganggap dirinya sudah memiliki kadar hormon yang cukup sehingga kelenjar adrenal menurunkan kerjanya dalam menghasilkan hormon ini. Fenomena ini disebut supresi aksis HPA.

Bila sudah mengalami supresi aksis HPA, maka seseorang dapat terkena krisis adrenal. Krisis adrenal adalah kegawatdaruratan yang terjadi akibat penghentian konsumsi kortikosteroid secara tiba-tiba. Karena fungsi kelenjar adrenal sudah menurun, tubuh tiba-tiba kekurangan kortikosteroid. Efeknya berbahaya, mulai dari rasa lemas, darah rendah, hipoglikemia, hingga kematian.

Herbal/Nutrisi Dewa

Bagaimana dengan herbal dan nutrisi, ada yang disebut-sebut bisa menyembuhkan segala jenis penyakit? Misalnya ada yang mengklaim propolis, madu, jinten hitam, spirulina, gamat, dll bisa mengobati berbagai macam penyakit, bahkan ada yang mengutip dalil hadits. Herbal mempunyai khasiat tertentu yang spesifik, dan takarannya juga tertentu. Jadi tidak bisa mengklaim sudah minum madu dan jinten hitam, berarti sudah melaksanakan pengobatan Nabi ﷺ (baca Thibbun Nabawi).

Ada juga yang mengklaim bahan-bahan makanan tertentu yang didapat dari tempat-tempat yang sulit, dan tentunya berharga mahal, ampuh untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, karena mengandung berbagai macam enzim, hormon, vitamin, dll. Kalau kita pelajari kembali tentang tubuh manusia, bahan-bahan makanan adalah makro nutrien, yang harus dicerna dahulu oleh sistem pencernaan menjadi mikro nutrien sebelum bisa digunakan oleh tubuh (lihat Konsep Karnus). Boleh jadi bahan-bahan makanan tersebut kaya akan makro nutrien untuk pembentukan hormon dan enzim tertentu, tetapi jika pencernaan tidak efisien, bukankah banyak zat-zat makanan tersebut yang tidak terserap dan terbuang sia-sia?

Jadi sebenarnya bisa disimpulkan herbal/nutrisi dewa adalah herbal/nutrisi yang memperbaiki sistem pencernaan, sehingga tubuh mampu melakukan rekonstruksi sistem pencernaan, sehingga tubuh bisa menyerap nutrisi dari makanan dengan efisien. Salah satunya adalah Alga Gold Cereal yang dipadu dengan Alga Tea, yang telah terbukti dari banyak video testimoni menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti Hiperkolesterol, Hipertensi, Diabetes, Asam Urat, Glaukoma, Mata Minus, Asma & Alergi, Maag, GERD, Oedem Paru, Perbaikan fungsi Ginjal, Osteoporosis, Osteoarthritis, Dermatitis Alergi, Sinusitis, Influenza, Infeksi Demam Berdarah, Infeksi Rubella, Vertigo, Parkinson, Alzheimer, Gangguan Autis, Diet Bentuk Tubuh Ideal, Kista, Keloid, Endometriosis, Kanker Otak, Kanker Mata, Kanker Nasopharing, Kanker Kelenjar Getah Bening, Fibromyalgia, Gejala Leukimia, Kanker Payudara, Kanker Pankreas, Kanker Teratoma, Kanker Usus Besar, dll. 

Produk Terkait


Dipublikasikan tanggal 04 May 2020 08:00, dilihat: 127 kali