[javascript protected email address]
Sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Perbedaan trigliserid dan kolesterol

Waktu baca ± 1 menit

makanan_sumber_kolesterol_dan_lemak_tg

Dalam membahas trigliserida dan kolesterol, pemahaman mengenai alur metabolisme mekanan di dalam tubuh manusia menjadi krusial. Ada dua aspek yang sering disamakan antara trigliserida dengan kolesterol: pertama, ketidakmampuan membedakan alur metabolisme keduanya, dianggap bahwa keduanya dimetabolisme melalui jalur yang sama; kedua, sebagian orang menganggap trigliserida sebagai kolesterol dan sebaliknya. Analisis mendalam atas pemahaman tersebut mengungkap beberapa hal baru yang penting.

Pemahaman umum tentang kolesterol "baik" dan "jahat" dinilai kurang tepat. Biasanya, dianggap bahwa HDL adalah kolesterol baik dan LDL adalah yang jahat. Namun, sebenarnya keduanya diproduksi oleh hati dan bukan berasal dari makanan. Dalam masyarakat, makanan yang dianggap sebagai penyebab LDL seringkali dihindari, bahkan makanan seperti kacang-kacangan yang sebenarnya tidak mengandung kolesterol menjadi dijauhi. Propaganda tentang minyak nabati tanpa kolesterol pun menyebar, menggiring opini bahwa minum minyak tersebut akan membersihkan plak dalam pembuluh darah, padahal plak tersebut sebenarnya bukan disebabkan oleh kolesterol, melainkan oleh tumpukan trigliserida teroksidasi yang kemudian diserap oleh makrofag.

Kemudian, muncul pemahaman tentang minyak jenuh dan tidak jenuh yang keliru. Minyak jenuh disangkutkan dengan peningkatan kolesterol dan pembentukan plak, padahal tidak ada hubungan langsung antara jenis minyak tersebut dengan kadar kolesterol. Hal ini menyebabkan masyarakat diarahkan untuk menggunakan minyak tidak jenuh, meskipun risiko oksidasi parsial dalam darah lebih tinggi pada minyak tersebut, terutama jika tubuh tidak memiliki enzim lipase yang diperlukan untuk mengurai minyak.

Selain itu, ada pemahaman baru tentang fungsi hati dalam sintesis VLDL. Skema ini bertujuan menurunkan trigliserida dan kolesterol dengan menghentikan produksi VLDL oleh hati. Namun, langkah ini justru berpotensi menumpuknya lemak dan kolesterol dalam hati, mengganggu produksi hormon steroid yang dapat berdampak pada fungsi seksual, ginjal, dan komunikasi sistem jantung. Terkadang, rekomendasi diet rendah garam juga diberikan, menyebabkan ketidakseimbangan kinerja sistem saraf yang memanfaatkan ion tertentu dan berujung pada gangguan saraf seperti kram, kesemutan, neuropati, dan lainnya. Pemahaman yang keliru mengenai metabolisme trigliserida dan kolesterol dapat memicu tindakan yang tidak tepat dalam masyarakat.


Dipublikasikan tanggal 09 Dec 2023 08:00, dilihat: 142 kali
 https://alga-rosan.com/p491