[javascript protected email address]
Sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Radikal Bebas

Waktu baca ± 2 menit

radikal-bebas

Apa itu radikal bebas?

Radikal bebas adalah molekul yang mengandung elektron yang tidak berpasangan. Sehingga, molekul ini dapat menyumbang atau menerima elektron dari molekul lain. Hal ini membuat radikal bebas bersifat tidak stabil dan sangat reaktif. Radikal bebas mampu menyerang berbagai molekul dalam tubuh, seperti lipid, asam nukleat, dan protein sebagai target utama. Sehingga, dapat menyebabkan kerusakan sel, protein, dan DNA, serta gangguan keseimbangan dalam tubuh.

Tubuh Anda bisa mendapatkan radikal bebas dari lingkungan sekitar, seperti paparan sinar matahari, radiasi, ozon, asap rokok, asap kendaraan, polusi udara, bahan kimia industri, makanan yang Anda makan, dan minuman yang Anda minum. Tak hanya itu, sebenarnya tubuh Anda juga menghasilkan radikal bebas dari proses metabolisme penting dalam tubuh, dari berbagai reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh. Seperti, saat tubuh mencerna makanan, saat Anda bernapas, hingga melakukan olahraga.

Bahaya Radikal Bebas

Radikal bebas yang hanya mempunyai satu elektron akan menarik elektron dari molekul dalam tubuh, sehingga molekul tersebut berubah menjadi radikal bebas juga. Hal ini membuat radikal bebas bertambah banyak dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan sel.

Terlalu banyak radikal bebas dalam tubuh dapat membuat tubuh mengalami stres oksidatif. Stres oksidatif merupakan kondisi di mana jumlah radikal bebas dalam tubuh lebih banyak daripada pertahanan antioksidan (yang dapat mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas). Hal ini menyebabkan terjadinya berbagai kerusakan sel dalam tubuh, seperti lipid, protein, dan asam nukleat.

Stres oksidatif ini kemudian dapat menyebabkan berbagai penyakit. Mulai dari radang sendi, penyakit jantung, aterosklerosis, stroke, hipertensi, tukak lambung, penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, kanker, sampai menyebabkan penuaan. Radikal bebas dapat merusak kode DNA, sehingga sel baru tumbuh dengan tidak benar dan menyebabkan penuaan.

Namun begitu, radikal bebas juga penting untuk kehidupan. Kemampuan tubuh dalam mengubah udara dan makanan menjadi energi kimia bergantung pada reaksi berantai dari radikal bebas. Selain itu, radikal bebas merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh, membantu menyerang zat asing yang masuk ke tubuh.

Mencegah bahaya radikal bebas

Antioksidan merupakan molekul dalam sel yang dapat mencegah radikal bebas mengambil elektron, sehingga radikal bebas tidak menyebabkan kerusakan sel. Dengan adanya antioksidan, maka jumlah radikal bebas dalam tubuh Anda tetap terkendali. Oleh karena itu, Anda perlu untuk memperbanyak jumlah antioksidan yang masuk ke tubuh untuk mencegah bahaya radikal bebas.

Dari mana bisa mendapatkan antioksidan? Sebenarnya tubuh Anda menghasilkan antioksidan, tapi jumlahnya tidak mencukupi untuk dapat mengimbangi jumlah radikal bebas dalam tubuh. Sehingga, Anda perlu mendapatkan antioksidan dari sumber luar.

Antioksidan bisa Anda dapatkan dari konsumsi berbagai macam makanan yang mengandung antioksidan. Antioksidan dalam makanan terdapat dalam bentuk beta karoten (vitamin A), lutein, vitamin C, vitamin E, likopen, dan fitonutrien lain, yang bisa Anda peroleh dengan mengonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan.

Contoh sayuran dan buah-buahan yang mengandung antioksidan adalah tomat, wortel, brokoli, kale bayam, jeruk, kiwi, buah beri, serta sayuran dan buah berwarna lainnya. Selain itu, Anda juga bisa memperoleh antioksidan dari kacang-kacangan dan teh hijau.


Dipublikasikan tanggal 23 Mar 2020 08:00, dilihat: 278 kali
 https://alga-rosan.com/p177