[javascript protected email address]
Sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Tanin

Waktu baca ± 2 menit

tanin

Tanin (atau tanin nabati, sebagai lawan tanin sintetik) adalah suatu senyawa polifenol yang berasal dari tumbuhan, berasa pahit dan kelat, yang bereaksi dengan dan menggumpalkan protein, atau berbagai senyawa organik lainnya termasuk asam amino dan alkaloid. Tanin mencakup aneka senyawa polifenol berukuran besar yang mengandung cukup banyak gugus hidroksil (OH-) dan gugus lain yang sesuai, misalnya karboksil (COOH-) untuk membentuk perikatan kompleks yang kuat dengan protein dan makromolekul yang lain.

Tanin yang terkandung dalam minuman seperti teh, kopi dan anggur, memberikan aroma dan rasa sedap yang khas. Bahan kunyahan seperti gambir (salah satu campuran makan sirih) memanfaatkan tanin yang terkandung di dalamnya untuk memberikan rasa kelat ketika makan sirih. Sifat pengelat atau pengerut (astringensia) itu sendiri menjadikan banyak tumbuhan yang mengandung tanin dijadikan sebagai bahan obat-obatan.

Teh (Camellia sinensis) merupakan salah satu sumber tanin. Kadar tanin dalam berbagai jenis teh turunan Camellia sinensis dapat berbeda, serta juga dipengaruhi oleh cara pengolahan dan penyajiannya. Teh hitam disebutkan mengandung tanin dengan kadar tertinggi. Sementara itu, teh hijau dilaporkan memiliki tanin dengan kadar terendah. Makanan dan minuman lain yang mengandung tanin termasuk cokelat, kopi, dan wine.

Jenis-jenis tanin dan manfaatnya

Ada beberapa senyawa dalam teh yang masuk ke dalam kelompok tanin. Senyawa tanin tersebut, termasuk:

1. Epigalokatekin galat

Salah satu tanin utama dalam teh adalah EGCG atau epigalokatekin galat. EGCG masuk dalam kelompok senyawa yang dikenal dengan katekin dan dipercaya mengantongi beragam manfaat kesehatan.

Dalam uji tabung dan studi pada hewan, EGCG dikaitkan dengan penurunan peradangan, pencegahan kerusakan sel, serta penurunan risiko penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung. Namun, studi lanjutan diperlukan untuk menguatkan premis manfaat tanin ini.

2. Ellagitannin

Teh juga mengandung tanin yang disebut ellagitannin. Seperti polifenol lain, ellagitannin memiliki kemampuan antioksidan dan anti-peradangan yang kuat. Ellagitanin juga disebutkan memiliki potensi untuk menangani dan mencegah kanker.  Studi lanjutan diperlukan untuk menguatkan temuan ini.

3. Theaflavin dan thearubigin

Tanin lain dalam teh adalah kelompok theaflavin dan thearubigin. Dua kelompok tanin ini utamanya banyak terkandung dalam teh hitam sekaligus memberikan warna gelap pada teh ini.

Belum banyak riset yang mengkaji manfaat theaflavin dan thearubigin. Sebuah studi dalam jurnal Preventive Medicine menyebutkan, theaflavin dan thearubigin sama-sama memiliki efek antioksidan untuk mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas.

Risiko efek samping konsumsi tanin

Seperti banyak senyawa lain, tanin juga memiliki risiko efek samping apabila dikonsumsi berlebihan. Beberapa efek samping tanin, termasuk:

1. Mengurangi penyerapan zat besi

Apabila Anda pecinta teh, Anda mungkin sudah memahami efek samping teh berlebih terutama yang berkaitan dengan penyerapan zat besi. Ya, tanin memang dengan mudah dapat berikatan dengan zat besi dari makanan yang kita konsumsi. Akibatnya, tanin pun akan mengganggu penyerapan nutrisi ini yang diperlukan tubuh.

Efek tanin ini perlu diperhatikan terutama pada orang yang berisiko mengalami defisiensi zat besi. Seperti yang mungkin Anda tahu, zat besi diperlukan tubuh untuk pembentukan sel darah merah dan hemoglobin.

Anda bisa meminum teh bukan pada saat jam makan utama demi menghindari risiko pengikatan tanin dan zat besi dari makanan.

2. Memicu mual

Asupan tanin yang tinggi berisiko memicu mual jika Anda minum teh pada perut kosong. Risiko ini juga patut diperhatikan terutama pada individu dengan sistem pencernaan yang sensitif. 

Untuk menghindari efek samping ini, Anda bisa minum teh saat ngemil atau dengan menambahkan susu. Protein dan karbohidrat dalam camilan atau susu dapat mengikat sedikit tanin, mengurangi efeknya untuk mengiritasi saluran pencernaan.

Perhatikan pula asupan teh Anda sehari-hari. Dalam satu hari, kebanyakan orang bisa minum teh hingga 3-4 gelas per hari. Namun, pertimbangkan untuk membagi jam minumnya agar tubuh tidak menerima tanin terlalu banyak dalam satu waktu.

Alga Tea yang diformulasikan dari Teh Hijau, Kolagen dan Rosella mengandung tanin jenis ECGC yang sangat baik bagi kesehatan. Adanya kolagen akan membentuk senyawa koloidal tanin, senyawa antioksidan yang kuat dan sekaligus meredam efek pengikatan zat besi.


Dipublikasikan tanggal 15 Apr 2020 08:00, dilihat: 1.760 kali
 https://alga-rosan.com/p201