[javascript protected email address]
Sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah keadaan umum dimana tekanan darah terhadap dinding arteri terlalu tinggi. Arteri adalah pembuluh darah yang membawa darah dari jantung untuk mendukung jaringan dengan oksigen dan nutrisi. 

Di dalam jantung, dua bilik yang disebut ventrikel mengecil dengan setiap detak jantung untuk mendorong darah ke paru-paru dan ke seluruh tubuh lewat arteri. Sejalan dengan darah mengalir melewati mereka, 3 faktor utama mempengaruhi tekanan pada dinding arteri. Pertama adalah curah jantung atau jumlah darah yang didorong ventrikel keluar jantung setiap menit. Tekanan darah naik seiring dengan kenaikan curah jantung. Kedua adalah volume darah atau jumlah total darah di seluruh tubuh. Tekanan darah akan naik seiring dengan naiknya volume darah. 

Yang ketiga adalah hambatan, yaitu segala sesuatu yang menghambat alliran darah melewati arteri. Beberapa faktor menyumbang kepada hambatan ini, salah satunya adalah fleksibilitas dinding arteri. Arteri yang sehat mengembang di setiap detakan untuk membantu mengurangi tekanan darah pada dinding. Faktor hambatan lain adalah diameter arteri. Tubuh mampu menaikkan diameter arteri untuk menurunkan tekanan darah, atau mengurangi diameter untuk menaikkan tekanan darah. Faktor hambatan ketiga adalah kekentalan darah. Di dalam darah banyak partikel seperti protein dan lemak meningkatkan kekentalan. Semakin kental, tekanan darah semakin tinggi, dan jantung harus bekerja lebih keras untuk mendorongnya melewati arteri. Tekanan darah dapat diukur dengan alat yang disebut sfigmomanometer atau pengukur tekanan darah.

Ketika jantung berdetak, tekanan darah pada dinding arteri disebut tekanan sistol, dan sewaktu beristirahat diantara detakan, tekanan darah pada dinding arteri disebut tekanan diastol. Walaupun tekanan darah dapat berubah-ubah sepanjang hari, normalnya tidak lebih dari 120 untuk tekanan sistol, dan 80 untuk tekanan diastol. Bila tekanan sistol sering diatas 140, atau tekanan diastol sering di atas 90, artinya adalah tekanan darah tinggi. Seiring dengan waktu, tekanan darah tinggi akan merusak dinding arteri. 

Dinding arteri bisa menjadi lemah dan membentuk pembengkakan yang disebut aneurisma, atau bisa juga bocor dan merembes ke jaringan di sekitarnya. Robekan kecil pada dinding arteri dapat menarik zat tertentu di dalam darah, seperti kolesterol, lemak, kalsium yang membentuk gundukan yang disebut plak. Aliran darah melewati arteri menurun sejalan dengan membesarnya plak. Sel darah dapat menempel ke plak dan membentuk gumpalan padat, yang lebih jauh mengurangi atau menghambat secara total aliran darah. 

Kerusakan pada arteri menaikkan tekanan darah lebih lagi, dengan membuat detak jantung lebih kuat. Kerusakan arteri dan penurunan aliran darah akan mengarah kepada keadaan seperti stroke, serangan jantung, atau penyakit ginjal. Pada umumnya penyebab tekanan darah tinggi tidak diketahui. Tekanan darah tinggi jenis ini hipertensi primer atau esensial. 

Perawatan tekanan darah tinggi

Perawatan untuk hipertensi esensial adalah dengan mengubah gaya hidup seperti makan makanan sehat. Bila sensitif terhadap sodium, dokter akan merekomendasikan untuk mengurangi asupan garam dan makanan yang diproses. Sodium bisa menyebabkan tubuh untuk menahan air yang akan menaikkan volume darah dan tekanan darah. Perubahan lain adalah menghindari alkohol, berolahraga secara teratur, mengurangi bobot bila terlalu berat, dan berhenti merokok.

Dokter mungkin akan merekomendasikan tindakan medis pada ginjal, pembuluh darah atau jantung untuk mengurangi tekanan darah. Diuretik atau sering disebut pil air akan menyebabkan ginjal untuk menggerakkan lebih banyak garam dan air dari darah ke urin yang akan mengurangi volume dan tekanan darah. Beta-blocker mengurangi kerja jantung dengan mengurangi detak dan kekuatan kontraksi jantung. Beberapa jenis obat beraksi langsung maupun tidak langsung mengurangi tekanan darah dengan melemaskan pembuluh darah yang akan menambah diameternya. Termasuk dalam obat ini adalah ACE inhibitor, angiotensin II receptor blocker, calcium channel blocker, dan direct-acting vasodilator.


Dipublikasikan tanggal 08 Mar 2020 08:00, dilihat: 217 kali