[javascript protected email address]
Sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Terjadinya Osteoporosis

Rangka terdiri dari tulang-tulang yang menopang dan memberi bentuk kepada tubuh. Rangka melindungi organ dalam yang lunak seperti otak dan jantung dari luka. Bersama dengan otot, tulang yang kuat membuat badan bisa bergerak bebas. 

Tulang mempunyai permukaan luar yang padat disebut tulang kompak. Bagian dalam disebut tulang berongga, karena kurang padat dibandingkan tulang kompak, dan memiliki banyak rongga seperti spons. Tulang mengandung sel yang disebut osteoklas yang memecah jaringan tulang. Sel lain disebut osteoblas yang membuat jaringan tulang baru menggunakan mineral seperti kalsium dan fosfat dari darah.

Hormon seperti esterogen, hormon pertumbuhan dan testosteron membantu menjaga jumlah dan aktivitas osteoblas lebih tinggi daripada osteoklas, sehingga lebih banyak tulang yang dibangun daripada yang dibuang. 

Gaya fisik dan tekanan selama olahraga juga membantu tulang untuk tumbuh kuat dan padat. Proses ini membuat tulang tumbuh kuat pada anak-anak dan remaja. Seseorang mempunyai kepadatan tulang terkuat atau puncak massa tulang pada usia 30an. Setelah itu, osteoklas secara perlahan membuang lebih banyak tulang daripada yang dibuat osteoblas. 

Osteoporosis adalah kondisi yang mengarah kepada pelemahan tulang yang membuatnya lebih mudah patah. Tulang yang sehat itu cukup padat untuk menopang dan melindungi tubuh, dan menangani tekanan gerakan dan luka ringan. Tetapi orang dengan osteoporosis scara tidak normal mempunyai tulang tipis dengan rongga yang lebih besar pada bagian dalam tulang. 

Dua tipe osteoporosis:

  • Osteoporosis primer, biasanya terkait usia tua, atau sebagaimana berkurangnya jumlah esterogen 
  • Osteoporosis sekunder, menimpa anak-anak dan dewasa, yang terkait dengan penyakit atau kondisi lain seperti kanker, masalah hormon, atau pemakaian obat tertentu.

Seseorang mempunyai resiko lebih besar terhadap kedua jenis osteoporosis bila tidak cukup membangun cukup massa tulang ketika mereka tumbuh dari kanak-kanak menuju dewasa. Faktor resiko yang dapat membuat massa tulang puncak yang rendah di antaranya:

  • Sejarah osteoporosis dalam keluarga
  • Kulit putih atau Asia
  • Wanita
  • Pola makan yang salah
  • Pengobatan tertentu seperti steroid atau obat epilepsi
  • Kurang gerakan fisik dan olahraga angkat berat
  • Gaya hidup seperti merokok dan minum alkohol

Seseorang juga beresiko lebih tinggi untuk kedua tipe osteoporosis bila mereka mengalami pengeroposan tulang secara tidak normal setelah umur 30. Pengeroposan tulang itu normal setelah umur 30, tetapi orang dengan faktor resiko yang sama, tetapi memiliki massa tulang puncak yang rendah lebih rentan terkena osteoporosis seiring dengan penuaan. 

Peningkatan pengeroposan tulang sering terjadi pada wanita setelah menstruasi terakhir atau menopause. Setelah menopause ovarium berhenti membuat hormon estrogen. Seiring dengan berkurangnya hormon, osteoklas menjadi lebih aktif daripada osteoblas. 

Tulang bisa patah atau retak dengan mudah karena tidak bisa menahan tegangan dan tekanan fisik walaupun dari aktivitas normal. Lokasi patahan yang sering terjadi pada penderita osteoporosis antara lain pergelangan tangan, tulang belakang dan pinggul. 

Membangun tulang yang sehat dan kuat melalui makanan yang kaya akan kalsium dan vitamin dan berolahraga secara teratur dapat membantu mencegah atau merawat osteoporosis. Pengobatan umum untuk osteoporosis antara lain:

  • Bifosfonat
  • Denosumab
  • Selective estrogen receptor modulator (SERMS)
  • Calcitonin

Secara umum, obat-obat di atas bereaksi terhadap osteoklas. 

  • Hormon paratiroid bereaksi atas osteoblas

Makanan atau suplemen yang mengandung kalsium dan vitamin D juga baik untuk osteoporosis. 


Dipublikasikan tanggal 13 Apr 2020 08:00, dilihat: 156 kali