[javascript protected email address]
Sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Thibbun Nabawi

Waktu baca ± 2 menit

madu

Salah Paham Mengenai Thibbun Nabawi

Sebagian orang salah paham dengan Thibbun Nabawi. Ada yang sekedar minum habbatussauda dan minum madu tanpa takaran yang jelas, ia sangka sudah menerapkan Thibbun Nabawi. Begitu juga dengan sebagian kecil pelaku herbal yang hanya dengan menambahkan madu atau habbatussauda dalam ramuannya, maka ia klaim bahwa ramuannya adalah Thibbun Nabawi.

Perlu kita ketahui bahwa konsep Thibbun Nabawi adalah konsep kedokteran yang kompleks sebagaimana kedokteran yang lain. Dalam Thibbun Nabawi perlu juga kemampuan mendiagnosa penyakit, meramu bahan dan kadarnya, mengetahui dosis obat dan lain-lain. Ibnu Hajar Al-Atsqalani rahimahullahu berkata,

فقد اتفق الأطباء على أن المرض الواحد يختلف علاجه باختلاف السن والعادة والزمان والغذاء المألوف والتدبير وقوة الطبيعة…لأن الدواء يجب أن يكون له مقدار وكمية بحسب الداء إن قصر عنه لم يدفعه بالكلية وإن جاوزه أو هي القوة وأحدث ضررا آخر

“Seluruh tabib telah sepakat bahwa pengobatan suatu penyakit berbeda-beda, sesuai dengan perbedaan umur, kebiasaan, waktu, jenis makanan yang biasa dikonsumsi, kedisiplinan dan daya tahan fisik. Karena obat harus sesuai kadar dan jumlahnya dengan penyakit, jika dosisnya berkurang maka tidak bisa menyembuhkan dengan total dan jika dosisnya berlebih dapat menimbulkan bahaya yang lain.”

Pengertian Thibbun Nabawi

Ada beberapa pengertian mengenai Thibbun Nabawi yang didefinisikan oleh ulama di antaranya,

الطب النبوي هو هو كل ما ذكر في القرآن والأحاديث النبوية الصحيحة فيما يتعلق بالطب سواء كان وقاية أم علاجا

Thibbun Nabawi adalah segala sesuatu yang disebutkan oleh Al-Quran dan As-Sunnah yang Shahih yang berkaitan dengan kedokteran baik berupa pencegahan (penyakit) atau pengobatan.

الطب النبوي هو مجموع ما ثبت في هدي رسول الله محمد صلى الله عليه وسلم في الطب الذي تطبب به ووصفه لغيره.

Thibbun Nabawi adalah kumpulan apa shahih dari petunjuk Rasulullah Muhammad ﷺ dalam kedokteran yang yang beliau berobat dengannya atau untuk mengobati orang lain.

تعريف الطب النبوي: هو طب رسول الله صلى الله عليه وسلم الذي نطق به ، واقره ، او عمل به وهو طب يقيني وليس طب ظني ، يعالج الجسد والروح والحس.

Definisi Thibbun Nabawi adalah (metode) pengobatan Rasulullah ﷺ yang beliau ucapkan, beliau tetapkan (akui) beliau amalkan, merupakan pengobatan yang pasti bukan sangkaan, bisa mengobati penyakit jasad, ruh dan indera. Misalnya yang beliau ucapkan tentang keutamaan habatus sauda, Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ هَذِهِ الحَبَّةَ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ، إِلَّا مِنَ السَّام

”Sesungguhnya pada habbatussauda’ terdapat obat untuk segala macam penyakit, kecuali kematian” (Muttafaqun ‘alaihi)

Konsep Karnus dan Thibbun Nabawi

Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

املأ آدمي وعاء شرا من بطنه بحسب ابن آدم لقيمات يقمن صلبه فإن كان لابد فاعلا فثلث لطعامه وثلث لشرابه وثلث لنفسه رواه الإمام أحمد والترمذي وغيرهما

Tidaklah seorang anak Adam (manusia) mengisi bejana (kantong) yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap yang bisa menegakkan tulang sulbinya. Jikalau memang harus berbuat, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. Imam Ahmad, at-Tirmidzi dan rahimahumullah selainnya)

 أصل كل داء البردة. البردة : التخمة : أخرجه الحافظ السيوطي في الجامع الصغير 

”Sumber segala penyakit adalah al-baradah.” Al-baradah: at-Tukhmah (Jeleknya pencernaan makanan) (diriwayatkan oleh Imam al-Hafizh as-Suyuthi rahimahullah dalam al-Jaami’ ash-Shaghiir)

Konsep Karnus menerapkan beberapa perbuatan Nabi Muhammad ﷺ, yaitu berhenti makan sebelum kenyang, dan tentang lambung. Kebanyakan orang mengira yang dimaksud dengan hadits al-baradah adalah lambung, karena itu lambung tidak boleh diisi penuh sesuai dengan hadits pertama, atau berpuasa (perlu diketahui, hadits "berpuasalah niscaya kamu akan sehat" adalah dhaif). 

Di sini kami menafsirkan hadits al-baradah secara literal, memang pencernaan makanan yang buruk itu adalah sumber dari segala macam penyakit. Pencernaan yang buruk, menyebabkan nutrisi dari makanan tidak bisa diserap dengan baik oleh tubuh, yang berakibat sel-sel kekurangan nutrisi, yang pada akhirnya karena pertumbuhan sel-sel baru tidak bisa mengimbangi kematian sel-sel tua, terjadilah penyakit degeneratif yang biasanya diikuti oleh komplikasi.

Referensi:

  1. Herbal Berbeda dengan Thibbun Nabawi, https://muslim.or.id/37761-herbal-berbeda-dengan-thibbun-nabawi.html
  2. Mengenal Thibbun Nabawi, https://muslimafiyah.com/mengenal-thibbun-nabawi.html
  3. Derajat Hadits "Berpuasalah maka kamu akan sehat", https://konsultasisyariah.com/12786-derajat-hadis-berpuasalah-maka-kamu-akan-sehat.html

 

Produk Terkait


Dipublikasikan tanggal 25 Jan 2020 09:00, dilihat: 187 kali