[javascript protected email address]
Sembuh dan sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Tinnitus (Telinga Berdenging)

Waktu baca ± 4 menit

tinnitus

Tinnitus adalah persepsi suara seperti dering, berdenging, mendesis, berkicau, bersiul, atau suara lainnya di telinga. Masalah ini cukup umum, dan diperkirakan memengaruhi sekitar satu dari lima orang. Tinnitus adalah gejala dari kondisi lain, seperti gangguan pendengaran yang berkaitan dengan usia, cedera telinga atau gangguan sistem sirkulasi. Tinnitus biasanya bukan menandakan sesuatu yang serius. Meskipun seringkali memburuk seiring bertambahnya usia, tinnitus bisa membaik dengan pengobatan.

Faktor Risiko

Terdapat faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang lebih mudah mengalami kodnisi ini, antara lain:

  • Berumur lebih dari 60 tahun.
  • Sering mendengar suara yang terlalu keras, seperti tentara, musisi, pekerja di pabrik atau konstruksi.
  • Laki-laki.
  • Merokok.
  • Tidak pandai mengelola stres.
  • Sering mengonsumsi minuman beralkohol atau berkafein

Penyebab

Penyebab tinnitus yang paling umum adalah paparan bunyi yang terlalu keras. 90% orang dengan tinnitus memiliki tingkat gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan. Pajanan suara atau bunyi yang nyaring, contohnya mendengar musik yang terlalu nyaring melalui earphone, pekerja pabrik yang menangani mesin-mesin berat. Kebisingan tersebut menyebabkan kerusakan permanen pada sel-sel sensitif di koklea, organ berbentuk spiral di telinga bagian dalam. Satu paparan yang mendadak dan sangat keras seperti mendengar bunyi ledakan juga dapat menyebabkan tinnitus.

Pada kondisi normal, bunyi yang masuk ke telinga akan dikirim ke otak oleh saraf-saraf pendengaran setelah sebelumnya melewati struktur yang mengandung sel-sel sensitif bunyi. Struktur ini disebut sebagai koklea. Namun, jika terjadi kerusakan pada koklea, proses pengiriman sinyal akan terputus dan otak akan terus mencari sinyal-sinyal dari koklea yang tersisa sehingga menyebabkan bunyi tinnitus.

bagan-telinga

Berbagai kondisi dan penyakit lain yang dapat menyebabkan tinnitus adalah:

  • Sumbatan telinga karena penumpukan kotoran telinga, infeksi telinga, atau penyakit lain yang jarang, seperti: tumor jinak saraf, tumor awal saraf pendengaran
  • Obat-obatan tertentu, terutama aspirin, beberapa jenis antibiotik, antiperadangan, obat penenang, dan antidepresan, serta obat antimalaria. Tinnitus dikutip sebagai efek samping potensial untuk sekitar 200 obat resep dan non resep
  • Proses penuaan alami, yang dapat menyebabkan kerusakan koklea atau bagian lain dari telinga
  • Penyakit meniere yang memengaruhi bagian dalam telinga
  • Otosklerosis, penyakit yang menyebabkan tulang-tulang kecil di telinga tengah menjadi kaku
  • Kondisi medis lainnya seperti tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, masalah peredaran darah, anemia, alergi, kelenjar tiroid yang kurang aktif, penyakit autoimun, dan diabetes
  • Masalah leher atau rahang seperti sindrom sendi temporomandibular (TMJ)
  • Cedera pada kepala dan leher
  • Infeksi pada telinga tengah.
  • Pertumbuhan tulang telinga yang abnormal.
  • Pecahnya gendang telinga.
  • Neuroma akustik.

Gejala

Tinnitus ditandai dengan munculnya bunyi-bunyi tertentu pada telinga, seperti bunyi berdenging, berdesis, atau bahkan siulan. Bunyi ini bisa terdengar pada salah satu atau kedua telinga pengidap. Sebagian besar bunyi tinnitus juga hanya akan dapat didengar oleh pengidapnya. Namun, ada juga tinnitus yang terkadang bisa terdengar oleh dokter yang memeriksa kondisi telinga pengidap. Tinnitus umumnya bukan termasuk kondisi yang serius dan bisa membaik dengan sendirinya. Meski demikian, tidak ada salahnya untuk tetap waspada dan memeriksakan kondisi telinga ke dokter, terutama jika:

  • Bunyi tersebut dapat mengganggu ketenangan atau aktivitas sehari-hari, misalnya menjadi sulit istirahat yang memicu depresi.
  • Tinnitus umumnya muncul setelah terjadi infeksi pada saluran pernapasan atas, contohnya flu, dan tidak kunjung membaik dalam kurun waktu tujuh hari.
  • Tinnitus yang dialami disertai dengan pusing atau kehilangan pendengaran.
  • Tinnitus timbul secara tiba-tiba atau tanpa sebab yang jelas.

Diagnosis

Saat pengidap mengalami telinga berdengung, maka dokter spesialis THT akan meminta pengidapnya untuk mendeskripsikan jenis bunyi yang ia dengar, dan melakukan pemeriksaan fisik pada telinga pengidap. Tidak hanya itu, pemeriksaan menggunakan tes audiometri juga akan dilakukan. Bahkan jika diperkukan, dokter akan melakukan pemindaian dengan CT scan atau MRI jika diduga terdapat kerusakan atau kelainan pada organ dalam telinga.

Pengobatan

Tiap pengidap tinnitus membutuhkan pengobatan yang berbeda-beda. Penentuannya tergantung pada faktor penyebab di balik tinnitus. Contohnya dokter akan mengganti obat yang kamu gunakan jika tinnitus yang dialami merupakan efek samping dari obat-obatan. Jika penumpukan kotoran telinga terbukti menjadi pemicunya, dokter akan menganjurkan metode pembersihan telinga atau memberikan obat tetes telinga untuk mengatasinya.

Namun, jika penyebab tinnitus tidak bisa dideteksi, penanganan yang dilakukan tentu berbeda. Pengobatan yang diberikan memiliki tujuan untuk menekan bunyi tinnitus semaksimal mungkin sehingga tidak mengganggu aktivitas. Langkah ini biasanya meliputi:

  • Penggunaan alat bantu dengar.
  • Prosedur operasi.
  • Terapi suara, misalnya menggunakan bunyi-bunyi lain (seperti suara radio atau rekaman bunyi hujan) untuk menutupi bunyi tinnitus yang dialami.
  • Tinnitus retraining therapy (TRT). Dalam terapi ini, pengidap tinnitus akan dilatih untuk membiasakan diri dengan bunyi tinnitus yang ia alami.

Di samping terapi dan langkah medis, ada juga beberapa cara yang bisa diterapkan di rumah untuk mengendalikan tinnitus. Misalnya, mendengarkan musik yang menenangkan dan melakukan relaksasi.

Pencegahan

Tidak semua tinnitus dapat dicegah. Namun dalam beberapa kasus, telinga berdenging dapat dicegah dengan melakukan sejumlah langkah berikut:

  • Menyetel musik dengan suara yang tidak terlalu keras, terutama bila mendengar melalui headphone.
  • Mengenakan pelindung telinga, terutama bila Anda berprofesi sebagai tentara, musisi atau pekerja pabrik.
  • Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, yaitu dengan pola makan sehat dan rutin berolahraga.
  • Hindari tidur sambil mendengarkan musik, karena telinga juga butuh istirahat.

Analisis Konsep Karnus

Seperti dijelaskan di atas, sebagian besar gangguan tinnitus disebabkan karena memaksa telinga terus-menerus bekerja di luar batas normal. Karena itu, menghentikan kebiasaan buruk dan melakukan langkah-langkah pencegahan perlu dilakukan untuk menghentikan kerusakan pendengaran. Untuk memperbaiki sebagian fungsi pendengaran yang telah rusak, atau yang disebabkan oleh penyakit sel abnormal, Alga Gold Cereal dan Alga Tea sangat cocok untuk dikonsumsi. Alga Gold berfungsi untuk mengefektifkan regenerasi sel, sehingga sel-sel organ pendengaran yang rusak bisa diganti. Alga Tea bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah termasuk peredaran darah ke telinga.

Pengobatan dengan Alga Series

Pengobatan Takaran perhari
Alga Gold 1 saset 1-3x
Alga Tea 1 saset 3x
Pencegahan Takaran perhari
Alga Gold ½ - 1 saset 1x
Alga Tea ½ - 1 saset 1-2x

 

Produk Terkait


Dipublikasikan tanggal 18 May 2020 08:00, dilihat: 113 kali