[javascript protected email address]
Sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Usia Muda Berpotensi Alami Osteoporosis

Waktu baca ± 1 menit

tulang-osteoporosis

Osteoporosis tidak hanya dialami oleh para lansia saja, usia muda juga rentan mengalami kondisi tersebut. Pakar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) Prof. Dr. Dwikora Novembri Utomo, dr., Sp.OT(K) mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan tulang sejak usia muda.

Menurutnya, osteoporosis umumnya memang menyerang orang lanjut usia, tetapi orang berusia muda juga dapat mengalami osteoporosis bila memiliki faktor risiko, yakni faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi. Contohnya, pada wanita lansia terjadi penurunan kadar hormon estrogen yang berperang dalam pembentukan tulang serta riwayat keluarga dengan osteoporosis (genetik), dan ras tertentu (Asia dan Kaukasia).

"Terkait faktor risiko yang dapat dimodifikasi itu seperti gaya hidup kurang sehat seperti kurang berolahraga, merokok, konsumsi alkohol, kafein, dan soda yang berlebihan. Lalu kekurangan kalsium dan vitamin D itu juga bisa menjadi penyebab osteoporosis," ucapnya, Sabtu (23/10).

Prof Dwikora juga menjelaskan bagaimana osteoporosis dapat terjadi pada seseorang. Pada kondisi normal, terdapat keseimbangan antara proses pembentukan tulang dan proses pembongkaran tulang. Osteoporosis terjadi apabila proses pembongkaran tulang lebih dominan daripada proses pembentukan tulang sehingga kepadatan tulang menjadi berkurang. (Lihat Video: Terjadinya Osteoporosis)

“Osteoporosis bisa terjadi pada semua usia meskipun memang osteoporosis lebih sering terjadi pada usia tua dimana proses pembentukan tulang lebih lambat daripada proses pembongkaran tulang,” jelasnya.

Dengan demikian, penting bagi seseorang untuk mulai "menabung tulang” pada usia muda. Karena pada usia muda terjadi puncak pembentukan tulang. Dengan nutrisi dan gaya hidup sehat di usia muda, maka kita akan memiliki tulang yang lebih baik untuk mempersiapkan kondisi di hari tua.

“Osteoporosis yang terjadi pada usia tua adalah proses alamiah yang diakibatkan oleh proses penuaan, sehingga sulit untuk mengembalikan kondisi tulang ke keadaan normal. Yang bisa dilakukan adalah memperlambat laju penurunan kepadatan tulang,” tambahnya.

Guna mencegah hal itu, Pakar yang juga bergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi Indonesia (PABOI) ini membagikan beberapa tips.

Menurutnya tatalaksana seseorang dengan osteoporosis yang utama adalah mencegah osteoporosis agar tidak terjadi. Dengan cara Cukupi-Lakukan-Hindari.

"Cukupi kebutuhan kalsium, vitamin D, protein dan mineral lain. Lakukan aktivitas fisik secara rutin, berjemur di bawah sinar matahari pagi, dan deteksi dini apabila memiliki faktor resiko. Hindari kebiasaan buruk seperti: merokok, minuman beralkohol, kafein berlebihan, diet ketat," ungkapnya.

Apabila sudah terjadi osteoporosis, maka tatalaksananya adalah, mengenali dan atasi penyebab dari osteoporosis yang diderita. Karena osteoporosis bisa disebabkan oleh banyak faktor dan penyakit.

"Contohnya obat-obatan untuk mengurangi pembongkaran tulang yang berlebihan seperti bifosfonat. Lalu Obati komplikasi osteoporosis yang terjadi, seperti patah tulang," tutupnya.

Sumber: Kompas

Sebagian besar dari komponen penyusun jaringan ikat (rambut, kuku, gigi, tulang, sendi dan kulit) adalah kolagen. Karena itu disarankan untuk mengkonsumsi suplemen kolagen secara rutin, terutama bagi yang berusia lanjut. Mengkonsumsi Alga Kirei secara rutin akan mencukupi kebutuhan kolagen bagi tubuh.

Produk Terkait


Dipublikasikan tanggal 25 Oct 2021 08:00, dilihat: 108 kali
 https://alga-rosan.com/p429