[javascript protected email address]
Sehat dengan nutrisi dari alam Indonesia.

Vaksin atau tidak?

Waktu baca ± 2 menit

virus

Sudah tidak saatnya kita berdebat masalah pro dan kontra vaksin. Faktanya semua negara sudah mewajibkan vaksin ke seluruh warganya. Fakta mutasi virus pada tubuh lemah yang divaksin juga sudah menjadi prediksi ilmiah para ahli . Ini sudah menyangkut hidup dan mati kita.

Pada saat tubuh kita ini diserang virus dan sistem imun kita lambat mengenali virus sehingga gagal membentuk IgG dalam 4 - 5 hari maka sudah dipastikan akan terjadi badai sitokin yang mayoritas berujung kematian. IgG adalah jenis antibodi yang muncul saat antigen seperti virus atau kuman tertentu masuk ke dalam tubuh. Saat hal itu terjadi, sel-sel darah putih akan “mengingat antigen” tersebut dan mulai membentuk antibodi IgE untuk melawan paparannya.

Badai Sitokin

Badai sitokin merupakan salah satu komplikasi yang bisa dialami oleh penderita COVID-19. Kondisi ini perlu diwaspadai dan perlu segera ditangani secara intensif. Bila dibiarkan tanpa penanganan, badai sitokin dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ hingga kematian.

Sitokin merupakan salah satu protein yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Dalam kondisi normal, sitokin membantu sistem imun berkoordinasi dengan baik dalam melawan bakteri atau virus penyebab infeksi. Namun, jika diproduksi secara berlebihan, sitokin justru dapat menyebabkan kerusakan di dalam tubuh. Inilah yang disebut sebagai badai sitokin.

Badai sitokin (cytokine storm) terjadi ketika tubuh melepaskan terlalu banyak sitokin ke dalam darah dalam jangka waktu yang sangat cepat. Kondisi ini membuat sel imun justru menyerang jaringan dan sel tubuh yang sehat, sehingga menyebabkan peradangan.

Tak jarang peradangan tersebut membuat organ-organ di dalam tubuh menjadi rusak atau gagal berfungsi. Hal inilah yang membuat badai sitokin perlu diwaspadai, karena bisa sampai menyebabkan kematian.

Pada penderita COVID-19, badai sitokin menyerang jaringan paru-paru dan pembuluh darah. Alveoli atau kantung udara kecil di paru-paru akan dipenuhi oleh cairan, sehingga tidak memungkinkan terjadinya pertukaran oksigen. Itulah sebabnya mengapa penderita COVID-19 kerap mengalami sesak napas.

Perang tak kasat mata

Perang ini adalah perang tingkat sel yang tidak terlihat oleh mata kita. Perang ini bisa terjadi pada diri kita, anak kita, istri kita, ortu kita, teman kita, team kerja kita, dimana pada saat terjadi badai sitokin, tidak ada yang bisa menolong kita selain sistem imun yang bekerja sesuai Algoritma Sang Pencipta dan kehendak Sang Pencipta apakah masih mau memberi waktu pada kita. 

Berusaha mengembalikan metabolisme tubuh sesuai Algoritma Sang Pencipta adalah bentuk ikhtiar dan tawakal kita kepada-Nya. Metabolisme yang berjalan sesuai Algoritma Sang Pencipta akan membuat sistem imun kita bekerja optimal dan adaptif pada milyaran ancaman pathogen di sekeliling kita 

Kita merenung, berfikir dan bertindak berdasar ilmu. Science atau ilmu pengetahuan alam adalah ilmu membaca semua mahluk ciptaan Allah SWT, ilmu ini membaca sifat, bentuk sampai tingkah laku semua mahluk dari mulai elektron, proton, atom, molekul, senyawa, virus, sel tunggal sampai mahluk multi sel seperti tumbuhan, hewan dan manusia 

Sekarang tugas berat bagi kita sebagai Pendekar Nusantara utk makin giat syiar tentang perbaikan sistem metabolisme yang wajib dimulai dari perbaikan lambung. Selama ini skema pengobatan tidak ada yang berusaha mengembalikan fungsi lambung. Pemahaman mayoritas masyarakat adalah memusuhi asam lambung yang berakibat gangguan metabolis masal yang berujung pelemahan sistem imun masal 

Ayo... kita putus rantai replika virus.

Jadi, divaksin atau tidak?

Bagi yang vaksin, kita beri pemahaman untuk perbaikan lambung dan pastikan punya donor elektron yang cukup sehingga  dalam 4 - 5 hari sistem imunnya berhasil membunuh 100% vaksin yang disuntikan dan terbentuk IgG. Hal ini penting untuk mencegah mutasi di tubuh yang lemah tersebut. 

Bagi yang belum vaksin atau belum mau vaksin segera perbaiki dan rawat lambungnya serta siapkan donor elektron untuk membuat sistem imun kita siaga dan adaptif. Kondisi saat ini adalah kondisi perang. Semoga Allah SWT memberi  keselamatan kita untuk melewati masa pandemi ini. Aamiin. 

Ilmu kesehatan adalah hak asasi bagi semua manusia utk mempelajarinya

Perbaiki lambung dengan Alga Gold Cereal, nutrisi organik yang bekerja dengan cara menambal luka lambung, bukan dengan menetralkan asam lambung dan membiarkan luka lambun yang menyebabkan ilusi kesembuhan. Tingkatkan juga imunitas tubuh dengan Alga Tea.

Produk Terkait


Dipublikasikan tanggal 13 Jul 2021 08:00, dilihat: 199 kali
 https://alga-rosan.com/p381